Keluarga tunggu jawaban siapa penembak MH17

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Rohmatin Bonasir
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Meskipun peluru kendali BUK buatan Rusia sudah dipastikan sebagai penyebab jatuhnya pesawat Malaysia MH17, kelurga penumpang berharap pelaku penembakan segera diungkap.
Jati diri pelaku genting diketahui agar pelaku bisa dimintai tanggung jawab.
"Itu pertanyaan kedua sebenarnya. Siapa yang melakukannya? Itu yang harus sekarang dilakukan penyelidikannya dan itu memang bagian lain, lembaga lain di Belanda, kejaksaan yang sedang melakukan penyelidikannya," kata Joss Wibisono.
Tante Joss, Jane Adi Soetjipto, adalah salah seorang dari 298 orang yang berada di pesawat jenis Boeing 777 dalam penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika pesawat jatuh di atas wilayah bergolak di Ukraina timur pada tanggal 17 Juli 2014.

Sumber gambar, Joss Wibisono
Dituturkan oleh Joss Wibisono yang tinggal di Belanda, pertanyaan pertama tentang penyebab pesawat jatuh sudah terjawab seperti tercantum dalam laporan Badan Keselamatan Belanda yang dikeluarkan Selasa (13/10).
"Menunjukkan adanya sebab kecelakaan, yaitu adanya serangan rudal BUK yang mengenai bagian kiri kokpit sehingga pada saat itu awak kapal dan penumpangnya semua meninggal dunia hanya dalam hitungan detik.
"Di satu pihak itu melegakan bagi kami," ujar dalam wawancara dengan BBC Indonesia.
Dalam laporannya, Badan Keselamatan Belanda menyimpulkan peluru kendali darat ke udara, BUK, buatan Rusia menghantam pesawat Malaysia Airlines MH17. Mereka yang berada di pesawat itu <link type="page"><caption> kehilangan kesadaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151013_dunia_mh17_temuan" platform="highweb"/></link> begitu peluru kendali menghantam sehingga mereka tidak menderita.

Sumber gambar, Reuters
Perasaan lega juga diutarakan oleh Barry Sweeney. Putranya, sama dengan Jane Adi Soetjipto, menumpang pesawat MH17.
"Saya harus berpikir bahwa Liam meninggal dunia seketika...jika tidak, ini akan menyakitkan selamanya."
Sejauh ini Rusia tetap menyangkal terlibat dalam peristiwa yang terjadi ketika sedang berkobar perang antara pasukan pemerintah Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia.









