Turki lancarkan serangan udara ke markas kelompok Kurdi

Sumber gambar, AFP
Angkatan udara Turki menggempur markas kelompok militan Kurdi pada Minggu (11/10), sehari setelah serangan bom maut dalam pawai perdamaian di Ankara.
Pesawat-pesawat tersebut menyerang basis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah tenggara dan di luar perbatasan Irak utara.
Pengeboman pada hari Sabtu (10/10) di Ankara <link type="page"><caption> menewaskan sedikitnya 95 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151010_dunia_turki_ledakan" platform="highweb"/></link>, menjadikannya serangan bom paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak berwenang mengatakan mereka menduga kelompok Negara Islam berada di balik serangan itu.
Serangan ini dilakukan setelah pemerintah Turki menolak tawaran gencatan senjata yang diserukan PKK pada hari Sabtu.

Sumber gambar, Getty
"Gencatan senjata PKK tak berarti apa-apa bagi kami," kata seorang pejabat senior keamanan Turki kepada kantor berita Reuters. "Operasi akan berlanjut tanpa henti."
Suasana tegang mewarnai Turki sebelum serangan pada hari Sabtu, dalam bayang-bayang pemilihan umum yang akan digelar lebih awal pada 1 November.
Partai Keadilan dan Pembangunan, AKP, yang berkuasa kehilangan suara mayoritas pada bulan Juni setelah kemenangan Partai Rakyat Demokratik pro-Kurdi (HDP), yang terlibat dalam pawai hari Sabtu.
Turki membantah
Pemerintah Turki membantah tuduhan kelompok oposisi bahwa mereka terlibat dalam serangan bom di Ankara.
Menurut HDP, jumlah sebenarnya korban yang tewas pada hari Sabtu paling sedikit 128 jiwa.
Pihak berwenang Turki meyakini serangan itu dilalukan oleh dua orang pembom bunuh diri.
Dua pejabat keamanan senior mengatakan kepada Reuters, tanda-tanda awal menunjukkan bahwa IS yang harus disalahkan.

Sumber gambar, epa
Hari Minggu (11/10) merupakan awal dari masa perkabungan terhadap korban yang akan berlangsung selama tiga hari.
Di Istanbul, ratusan orang pelayat dalam prosesi pemakaman seorang korban, Kubra Meltem Mollaoglu, melontarkan kalimat, "Pemerintah harus bertanggung jawab atas kejahatannya!"
Sementara, ribuan orang berkumpul di pusat kota Ankara untuk mengenang para korban.
Di kota Diyarbakir di wilayah tenggara, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan orang yang memprotes peristiwa serangan bom Ankara.











