Ribuan orang berkumpul di lokasi ledakan Turki

Sumber gambar, SINAN ONUS
Ribuan orang berkumpul di Lapangan Sihhiye, tak jauh dari lokasi ledakan di Ankara, ibukota Turki, hari Minggu (11/10) untuk memberikan penghormatan terhadap setidaknya 95 orang yang tewas dalam dua serangan bom sehari sebelumnya.
Sempat terjadi dorong-dorongan, ketika sejumlah tokoh oposisi dihambat ketika hendak meletakkan karangan bunga.
Dilaporkan berbagai media, terasa sekali bukan saja suasana duka, tapi juga kemarahan. Sebagian orang yang yang berkumpul menyalahkan aparat keamanan, sebagian menyanyikan slogan-slogan anti pemerintah.
Terdengar yel-yel seperti "Polisi pembunuh," dan "(Presiden) Erdogan pembunuh," sebut Reuters.

Sumber gambar, GETTY
Pemerintah Turki menyangkal tudingan para pemimpin Kurdi bahwa mereka terlibat dalam serangan -yang terjadi tiga pekan menjelang Pemilu itu.
Ini merupakan serangan paling mematikan di Turki: selain 95 tewas, juga 245 luka, 48 di antaranya luka parah.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan, terdapat <link type="page"><caption> bukti yang menunjukkan serangan itu dilakukan melalui bom bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151010_dunia_turki_ledakan" platform="highweb"/></link>.
Belum ada yang mengaku sebagai pelaku. Namun PM Ahmet Davutoglu menyebut, ISIS, faksi militan Kurdi, atau kaum kiri radikal sebagai kelompok-kelompok yang mungkin melakukan serangan itu.
Kantor berita Reuters mengutip sebuah media pemerintah menyebut, aparat telah mengidentifikasi seorang pelaku sebagai lelaki muda berusia antara 25-30 tahun, berdasarkan pemeriksaan pada jasad di lokasi kejadian dan sidik jari.
Serangan itu terjadi dalam unjuk arsa damai yang digalang kelompok kiri, yang menuntut diakhirinya kekerasan antara tentara pemerintah dan gerakan bersenjata Kurdi.
Namun seperti dilaporkan Reuters, tak berselang lama setelah masa berkabung tiga hari dimulai, militer Turki justru melancarkan lagi serangan ke sasaran-sasaran Partai Buruh Kurdistan (PKK) Turki di Irak.
Dalam perkembangan lain, pemerintah Turki menyatakan Pemilu tetap akan dilangsungkan tanggal 1 November.









