Kelompok media Turki diselidiki terkait beritanya

Hurriyet

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kantor Hurriyet, salah satu media milik Dogan, diserang sekelompok massa.

Kejaksaan Turki melakukan penyelidikan atas kelompok media terkemuka, Dogan, dengan tuduhan menerbitkan propaganda teroris.

Penyelidikan dipusatkan pada penyiaran dari gambar yang tidak disensor yang memperlihatkan jenazah beberapa tentara Turki dan wawancara dengan seorang yang diduga anggota Partai Pekerja Kurdistan, PKK, yang terlarang.

<link type="page"><caption> Bentrok antara pasukan pemerintah dan para pejuang PKK marak kembali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150725_dunia_turki_pesawat" platform="highweb"/></link> setelah ambruknya gencatan senjata bulan Juli lalu, yang sempat berjalan sekitar dua tahun.

Dogan antara lain memiliki CNN Turki dan surat kabar Hurriyet, yang kantornya pekan lalu diserang oleh sekelompok massa yang memekikkan slogan propemerintah.

Tentara Turki

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Gencatan senjata antara pemerintah Turki dan PKK ambruk pada bulan Juli.

Di situsnya, Hurriyet menuduh jaksa penuntut menelan sebuah laporan yang 'penuh kebohongan'.

Pernyataan itu tampaknya merujuk pada berita di surat kabar propemerintah, Gunes, edisi 10 September yang menuduh bos Dogan, Aydin Dogan, menggunakan pengaruhnya untuk melindungi teroris.

Sehari sebelum penyelidikan ini, polisi juga menggerebek kantor majalah mingguan, Nokta, setelah edisi terakhirnya memuat foto narsis buatan, yang memperlihatkan seolah-olah Presiden Recep Tayyip Erdogan tertawa saat pemakaman para tentara yang tewas.