Banjir bandang di Prancis tewaskan 19 orang

Sumber gambar, epa
Paling tidak 19 orang, termasuk satu warga Inggris, ditemukan meninggal karena banjir bandang di Riviera Prancis.
Jumlah korban yang tewas meningkat setelah dua jenazah ditemukan pada hari Senin 5 Oktober, sementara satu orang lagi masih dinyatakan hilang sedangkan seorang lainnya ditemukan selamat, kata sejumlah laporan.
Badai hebat dan hujan deras pada hari Sabtu (03/10) malam mengirimkan air dan lumpur ke sejumlah kota.
Selain warga Inggris, seorang wanita Italia dan pria Portugal juga ditemukan meninggal, lapor kantor berita AFP.
Presiden <link type="page"><caption> Prancis, Francois Hollande, mengumumkan keadaan darurat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/12/141213_majalahlain_walikota_banjir" platform="highweb"/></link> di daerah yang dilanda banjir.
Para peramal cuaca menghadapi kecaman karena peringatan cuaca yang dianggap tidak berguna.

Sumber gambar, Reuters
Daerah tersebut diperkirakan menerima lebih dari 10% curah hujan rata-rata per tahun hanya dalam waktu dua hari saja yang membuat bantaran sungai meluap sehingga air memasuki kota dan desa.
Penyelam menemukan satu jenazah di kota yang paling parah terkena, Mandelieu-la-Napoule, pada hari Senin dan delapan orang dipastikan meninggal karena terjebak di dalam garasi saat berusaha mengeluarkan kendaraan.









