Banjir besar Australia parah

banjir australia
Keterangan gambar, Banjir akan sangat berdampak pada perekonomian

Seorang pejabat Australia memperingatkan dampak banjir besar di Queensland, Australia pada ekonomi sangat besar dengan menggambarkan bencana itu memiliki "besaran seperti dalam alkitab".

Menteri keuangan negara bagian Andrew Fraser mengatakan selain harus mengeluarkan biaya perbaikan, negara bagian akan mendapat pemasukan lebih sedikit karena kerusakan pada sektor pertambangan.

Sementara itu air banjir terus melanda kota Rockhampton yang berpenduduk 77.000 jiwa.

Banjir berdampak pada sekitar 200.000 orang, ribuan diantaranya telah dievakuasi.

Diperkirakan 22 ribu kota terisolasi akibat banjir dalam wilayah yang lebih besar dari total wilayah Prancis dan Jerman.

'Biaya besar'

Pihak berwenang mengkhawatirkan kerusakan akibat banjir bisa mencapai miliaran dolar Australia.

Andrew Fraser sebelumnya harus menunda kajian ulang fiskal dan ekonomi agar bisa memasukkan biaya akibat banjir ini.

"Banjir ini sama besarnya dengan banjir di alkitab," ujarnya kepada para wartawan.

"Biaya yang harus ditanggung negara bagian akan sangat besar -baik biaya langsung untuk membangun kembali jalan dan infrastruktur lain yang rusak serta membantu para korban- juga dalam bentuk pengurangan pendapatan ketika sektor pertambangan, pertanian dan pariwisata bangkit kembali," ujarnya.

"Perkiraan penerimaan akan berkurang karena jalur angkutan terputus dan ada laporan bahwa sebagian besar pertambangan tidak akan bisa beroperasi dengan kapasitas penuh dalam dua sampai tiga bulan."

Walikota Rockhampton Brad Carter mengatakan sekitar 40% kota itu akan dilanda banjir karena Sungai Fitzroy diperkirakan akan banjir minggu depan.

"Kami sudah mempersiapkan diri semampunya -sebagian besar warga yang rumahnya akan kebanjiran sudah dievakuasi," ujarnya.

Dia mengatakan warga yang harus mengungsi diminta segera meninggalkan rumah mereka dan akan memaksa mereka yang menolak.