Presiden Prancis temui Putin bahas serangan udara di Suriah

Sumber gambar, AP
Presiden Prancis Francois Hollande dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggelar pertemuan di tengah kekhawatiran bahwa Rusia melancarkan serangan udara tanpa pandang bulu terhadap kelompok oposisi di Suriah.
Hollande mengatakan bahwa penting bahwa serangan tersebut, lepas dari siapa yang melancarkannya, diarahkan pada ISIS dan bukan kelompok lain.
Kekhawatiran bahwa Rusia tidak mengincar ISIS, tapi semua kelompok penentang pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad pertama kali dikemukakan Amerika Serikat setelah <link type="page"><caption> Rusia melancarkan serangan udara pada Kamis (1/10)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151001_dunia_rusia_suriah" platform="highweb"/></link>.
“Melancarkan operasi militer terhadap oposisi Suriah tanpa pandang bulu berbahaya bagi Rusia sendiri. Aksi itu hanya memperpanjang konflik sektarian di Suriah dan membuat Rusia berada dalam risiko besar terseret ke dalam konflik,” kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.
Hassan Haj Ali, komandan kelompok oposisi Liwa Suqour al-Jabal, mengatakan salah satu kamp latihan mereka di Provinsi Idlib telah digempur oleh dua gelombang serangan pesawat tempur Rusia.
Pesawat-pesawat Rusia itu diidentifikasi oleh sejumlah mantan pilot Angkatan Udara Suriah yang kini membelot ke kelompok oposisi.

Sumber gambar, AP
Perangi teroris
Dalam keterangannya di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, AS Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150928_dunia_suriah_iran" platform="highweb"/></link> telah menggempur depot amunisi dan pusat komando ISIS dalam serangan ke Provisi Homs, Hama, dan Idlib.
Rusia, kata Lavrov, juga akan menyerang kelompok lain, termasuk Front al-Nusra yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
Menurut Lavrov, posisi itu sama dengan koalisi pimpinan AS saat menjalankan serangan udara di Irak dan Suriah selama setahun terakhir.
“Kami tidak mendukung siapapun yang melawan rakyatnya sendiri. Kami memerangi terorisme,” ujarnya.
Lavrov mengatakan target-target serangan udara Rusia telah dikoordinasikan dengan militer Suriah.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan adalah <link type="page"><caption> 'kesalahan besar' jika tidak bekerja sama dengan Al-Assad</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150928_dunia_pbb_suriah" platform="highweb"/></link> untuk menghadapi kelompok milisi yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.









