Demo menuntut penuntasan 43 mahasiswa Meksiko yang hilang

Sumber gambar, nc
Para orang tua dari 43 mahasiswa Meksiko yang hilang setahun lalu memimpin pawai menuntut pemerintah untuk mengungkap kasus ini.
Sebagian pengunjuk rasa, yang membawa foto anak-anaknya, menuntut keadilan dalam pawai yang digelar di ibu kota Meksiko City.
Para orang tua puluhan mahasiswa itu menuntut agar pemerintah menyerahkan proses penyelidikan kepada unit khusus di bawah pengawasan internasional.
Mereka membantah sinyalemen yang menyebut para <link type="page"><caption> mahasiswa itu tewas setelah aparat polisi menyerahkannya kepada kartel narkoba</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/11/141120_pendidikan_meksiko_mahasiswa" platform="highweb"/></link> dengan imbalan uang.
Sebelumnya ada pengakuan dari sebuah geng narkoba yang <link type="page"><caption> mengaku telah membunuh para mahasiswa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/11/141106_meksiko_pembunuhan" platform="highweb"/></link> itu.
Mereka mengklaim telah mengangkut jenazah para pelajar itu ke truk sampah dan membawanya ke tempat pembuangan sampah di Cocula, kota dekat Iguala.
Hilangnya puluhan mahasiswa ini telah memicu aksi protes di negara itu.
Sementara itu, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto telah mengumumkan pembentukan tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.
Dibakar jasadnya?
Sekelompok ahli independen menduga, puluhan mahasiswa itu siswa tewas setelah mengambil alih sebuah bis yang belakangan diketahui membawa obat-obatan terlarang.
Sayangnya, menurutnya, pemerintah Meksiko tidak melakukan apa pun untuk melindungi mereka.
Dalam aksinya, para demonstran memulai aksinya dari pusat keramaian Paseo de la Reforma menuju alun-alun Zocalo.
"Kami turun ke jalan karena kami menuntut keadilan," kata seorang mahasiswa, Sofia Rojas kepada kantor berita AFP.

Sumber gambar, AFP
Para mahasiswa itu menghilang pada 26 September 2014, di kota Iguala di negara bagian Guerrero selatan.
Mereka menuju kota itu untuk kemudian berencana menghadiri sebuah acara di Meksiko City.
Pemerintah federal sebelumnya mengatakan, polisi lokal di Iguala dan kota terdekat Cocula menahan para mahasiswa itu dan menyerahkannya kepada gang narkoba, yang kemudian diduga membunuh serta membakar jasadnya.
Tetapi tim ahli internasional, yang telah menghabiskan enam bulan dalam penyelidikannya, menemukan sejumlah kelemahan dari hasil penyelidikan pemerintah.
Sebelumnya, Pemerintah mengatakan bahwa tim ahli forensik <link type="page"><caption> telah mengidentifikasi dua jasad mahasiswa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/12/141207_meksiko_mahasiswa_hilang" platform="highweb"/></link> di lokasi pembuangan sampah.









