Donald Trump: Bukan tugas saya untuk membela Obama

Donald Trump

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Bakal calon presiden dari partai Republik AS Donald Trump tidak mengoreksi pernyataan pendukungnya soal Obama.

Donald Trump mengatakan "bukan tugasnya" untuk membela Barack Obama, setelah dirinya mendapatkan kritik dari kolega sesama Partai Republik karena tidak mengoreksi pernyataan pendukungnya yang menyebut presiden AS merupakan seorang Muslim.

Bakal calon presiden dari partai Republik itu melalui Twitter menyatakan "tidak ada peluang" Obama akan membelanya jika dia menghadapi serangan serupa.

Senator dari South Carolina Lindsey Graham mengatakan Trump seharusnya meminta maaf. Pengusaha AS ini membatalkan penampilannya pada acara besar yang dihadiri pendukung Partai Republik pada Jumat.

Tim kampanyenya mengatakan dia harus mundur dari acara Heritage Foundation karena sebuah "transaksi bisnis yang penting" yang butuh perhatiannya.

Kritik terhadap Trump terus bergulir sejak acara kampanye di New Hampshire pada Kamis malam, ketika salah seorang pendukungnya mengatakan Obama merupakan seorang Muslim dan "bahkan bukan seorang warga AS".

Pendukung itu kemudian mengatakan, "Kami memiliki masalah di negara ini - yaitu Muslim."

Trump membiarkan pernyataan tersebut tanpa mengoreksinya dan dalam beberapa jam, <link type="page"><caption> bakal calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150918_dunia_trump_obama" platform="highweb"/></link> mengatakan tindakan Trump yang tidak mengecam "retorika yang penuh kebencian" itu "menganggu dan salah".

Kecaman juga dilayangkan oleh saingannya dari Partai Republik.

'Dia bermain-main dalam narasi kebencian ini dan dia harus meluruskannya," kata Graham, yang mengatakan dia tidak akan mempertanyakan keyakinan presiden atau kecintaannya pada tanah air.

Donald Trump

Sumber gambar, TWITTER

Para pemimpin memiliki "kewajiban" untuk mengoreksi pernyataan seperti itu, kata bakal calon presiden dari partai Republik yang lain, Gubernur New Jersey Chris Christie.

Tetapi Trump menyerang kembali dengan sejumlah kicauannya di Twitter: "Apakah saya secara moral wajib untuk membela presiden setiap seseorang mengatakan sesuatu yang buruk atau kontroversial tentang dia? Saya rasa tidak!

"Jika seseorang membuat sebuah pernyataan yang buruk atau kontroversial mengenai saya kepada presiden, apakah Anda pikir dia akan membela saya? Tidak ada peluang untuk itu!"

Trump menambahkan jika dia menantang pria tersebut maka dia dapat dituduh campur tangan terhadap hak kebebasannya untuk berpendapat.

Presiden Obama, yang secara terbuka menyatakan dia beragama Kristen, dan lahir dari seorang ibu warga negara AS dan ayah yang warga Kenya di Hawaii.

Tetapi Trump merupakan salah seorang yang memimpin sikap skeptis, dengan menantang Obama pada 2011 lalu untuk membuat akta kelahirannya untuk menjawab rumor yang menyebutkan dia lahir di Kenya.

Dalam jajak pendapat, yang digelar setahun sebelum pemungutan suara, pengusaha ini unggul dari para saingannya dari Partai Republik meskipun tidak memiliki pengalaman berpolitik.