Hubungan dengan RI yang lebih baik di bawah Turnbull?

Malcolm Turnbull

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Malcolm Turnbull memiliki pengalaman dalam bisnis dan hukum internasional.

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, yang baru dilantik menegaskan peningkatan perekonomian menjadi fokus pemerintahannya.

"Satu Australia yang berhasil mempertahankan gaji tinggi, sistem kesejahteraan sosial yang murah hati seharusnya menjadi tujuan kita dan harus tangkas, dinamis untuk melihat ke masa depan," tuturnya, Selasa 15 September.

Dia menjadi perdana menteri setelah mengalahkan Tony Abbott dalam perebutan posisi Ketua Partai Liberal.

Masalah ekonomi memang menjadi salah satu hal yang memicu penentangan atas kepemimpinan Abbot, yang dianggap tidak mampu menghadapi kelesuan ekonomi dan meningkatnya pengangguran.

"Itu salah satu sumber masalah Tony Abbot bahwa masyarkat tidak mempercayai kapasitasnya untuk memperbaiki ekonomi," tutur Dr. Greg Fealy, pengamat politik Indonesia di Australian National University, kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar.

Dr Fealy menambahkan bahwa kebijakan Turnbull selain mendukung dunia usaha dan pengurangan pengangguran, juga mendukung yang disebut sebagai ekonomi baru dalam bentuk ekonomi digital dan global.

Presiden Jokowi 'lebih kerasan'

Di bawah Abbott, pemerintah Australia bersikap tegas terhadap para pendatang yang menggunakan perairan Indonesia sebagai tempat transit sebelum berupaya masuk ke negara tersebut.

Dalam beberapa insiden, pihak berwenang Australia memulangkan perahu yang membawa para migran dan juga ada <link type="page"><caption> tuduhan awak perahu dan nakoda diberi uang agar membawa kembali para pendatang kembali ke perairan Indonesia.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150617_dunia_australia_bayar_pengungsi" platform="highweb"/></link>

Namun kebijakan terhadap pendatang yang menggunakan perahu tampaknya tidak akan banyak berubah.

"Hampir semua partai politik utama Australia sulit menghindari opini publik yang sangat mendukung kebijakan menolak imigran yang datang lewat kapal, jadi saya kira Turnbull tidak akan mengubah kebijakan itu," jelas Dr. Fealy.

Dan di bawah Turnbull ada harapan hubungan Australia-Indonesia akan lebih baik karena pengalamannya dalam bisnis maupun hukum internasional.

"Mungkin terhadap Indonesia, dia juga bisa menggunakan istilah-istilah yang dianggap lebih sensitif dengan budaya Asia. Kalau Tony Abbot sangat mau punya hubungan baik dengan Indonesia, tapi sering sekali omongan dia agak kasar. Saya kira itu salah satu masalah yang Abbott tidak bisa perbaiki."

PM Turnbull sejauh ini memang tidak banyak menyebut Indonesia secara khusus, namun dia memiliki kapasitas untuk membangun hubungan yang baik dengan Indonesia.

"Dia itu pemikirannya lebih canggih, lebih halus, dan saya kira Presiden Jokowi akan merasa lebih kerasan dengan Turnbull dibanding dengan Abbott," tambah Dr. Fealy.

<italic><link type="page"><caption> Wawancara dengan Dr. Greg Fealy bisa Anda dengarkan di bagian audio BBCIndonesia.com</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/09/150915_audi0_australia.shtml" platform="highweb"/></link></italic>