Qatar kirim pasukan tempur ke Yaman

Sumber gambar,
Qatar untuk pertama kalinya mengirim serdadu ke Yaman sejak konflik bersenjata yang melibatkan milisi Houthi meletup pada Maret lalu.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, tak kurang dari 1.000 pasukan yang disokong kendaraan lapis baja dan skuadron helikopter tempur menuju Provinsi Marib, Yaman.
Di provinsi itu, serangan rudal milisi Houthi terhadap depot penyimpanan amunisi telah menewaskan 45 serdadu Uni Emirat Arab, 10 prajurit Arab Saudi, dan lima personel militer Bahrain.
Milisi Houthi mengatakan serangan itu adalah balasan atas ‘kejahatan’ yang dilakukan militer koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sumber gambar, AP
Namun, militer koalisi pimpinan Saudi tak tinggal diam. Setelah serangan di Provinsi Marib, Uni Emirat Arab mengerahkan pesawat tempur untuk menggempur sejumlah target di beberapa daerah di Yaman.
<link type="page"><caption> Militer Arab Saudi melancarkan serangan di Yaman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150326_yaman_saudi_militer" platform="highweb"/></link> untuk melawan milisi Houthi sejak akhir Maret lalu. Belakangan, Bahrain dan Uni Emirat Arab turut membantu militer Saudi.
Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sumber gambar, EPA
Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kaum Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sebanyak 4.500 orang, termasuk sedikitnya 2.110 warga sipil, meninggal dunia akibat pertempuran dan serangan udara.














