Dukungan senat AS untuk kesepakatan nuklir Iran

Sumber gambar, AFP
Kubu Demokrat di Senat Amerika Serikat mendapat cukup suara untuk mencegah lolosnya sebuah resolusi yang menentang kesepakatan nuklir Iran.
Tiga anggota Partai Demokrat menambah dukungannya pada Selasa 8 September, menghambat <link type="page"><caption> penentangan Partai Republik yang membutuhkan 60 suara. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150715_dunia_iran_amerika" platform="highweb"/></link>
Dengan demikian Presiden Barack Obama, yang berasal dari Partai Demokrat, tidak perlu menggunakan hak vetonya.
Sebanyak 41 senator sudah menyatakan dukungan sehingga cukup untuk mencegah dipermalukannya Presiden Obama untuk memveto resolusi itu.

Sumber gambar, Reuters
<link type="page"><caption> Kesepakatan nuklir Iran dengan enam kekuatan dunia yang dicapai Juli lalu,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150714_dunia_iran_nuklir" platform="highweb"/></link> akan diwujudkan pada Bulan November.
Kekuatan Barat ingin Iran membatasi kegiatan nuklirnya untuk menjamin agar tidak menbangun senjata nuklir dengan imbalan sanksi ekonomi atas negara itu akan dicabut. Pemerintah Teheran berulang kali menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai.
"Kesepakatan akan berjalan. Amerika akan menegakkan komitmennya dan akan menangkap kesempatan ini untuk menghentikan Iran mendapatkan senjata nuklir," jelas Senator Harry Reid dari Nevada.
Kubu Republik menentang kesepakatan yang dianggap memberikan konsensus yang berbahaya bagi Iran. Empat anggota Demokrat juga ikut menentang.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kesepakatan dengan Iran memberikan 'jalur ke senjata nuklir'.












