Perang 'mengancam' tanpa kesepakatan nuklir Iran

Sumber gambar, AP
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menekankan bahwa kesepakatan yang dicapai tentang program nuklir Iran menjadi peluang emas untuk mewujudkan dunia yang lebih aman.
Tanpa perjanjian yang dicapai enam negara -termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, dengan Iran pada Selasa (14/07)- menurut Obama, dunia akan menghadapi bahaya lebih besar.
"Tanpa kesepakatan, kita berisiko menghadapi lebih banyak perang di Timur Tengah, dan negara-negara lain di Timur Tengah akan merasa terpaksa mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri," tegas Presiden Amerika Serikat dalam jumpa pers di Washington, Rabu (15/07).
Ditambahkan oleh Obama, dengan kesepakatan itu tidak berarti seluruh ancaman Iran bagi negara-negara tetangganya atau dunia hilang dengan sendirinya. Namun langkah itu adalah jalan terbaik untuk memastikan Teheran tidak memproduksi senjata nuklir.
Dalam <link type="page"><caption> kesepakatan yang diteken di Wina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150714_dunia_iran_nuklir" platform="highweb"/></link>, Austria, aktivitas nuklir Iran akan dibatasi secara ketat dan sebagai imbalannya, sanksi-sanksi ekonomi yang selama ini melumpuhkan Iran akan dicabut.
Namun di Amerika Serikat, Presiden <link type="page"><caption> Obama mendapat tantangan keras</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150715_dunia_iran_amerika" platform="highweb"/></link> dari sejumlah pihak, terutama kubu Republik.
Oleh sebab itu, ia berusaha meyakinkan para penentangnya sebelum Kongres mengambil keputusan untuk menyetujui atau menolaknya dalam tempo 60 hari sejak kesepakatan diambil.









