Usai lengser, mantan Presiden Guatemala dipenjara

Sumber gambar, Reuters
Otto Perez Molina, <link type="page"><caption> yang telah mengundurkan diri sebagai presiden Guatemala</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150903_dunia_guatemala_resign" platform="highweb"/></link>, menghabiskan malam pertama di penjara setelah hakim memerintahkan penahanan dirinya selagi sidang kasus skandal korupsi berjalan.
Perez Molina tampak mendapat pengawalan ketat dari sejumlah polisi bersenjata lengkap saat meninggalkan pengadilan di Guatemala City dan menuju sebuah penjara militer di ibu kota Guatemala tersebut.
Seusai pria berusia 64 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden, Wakil Presiden Alejandro Maldonado disumpah sebagai kepala negara ad-interim.
Maldonado diperkirakan akan mengemban tugas itu sampai presiden baru hasil pemilihan umum dilantik pada 14 Januari 2016 mendatang. Padahal, dia baru menempati jabatan wapres pada pertengahan Mei lalu, guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan Roxana Baldetti.
Seperti Perez Molina, Baldetti tersangkut kasus skandal suap. Bahkan, dia terlebih dulu dipenjara sembari menunggu kasus itu disidangkan.
<link type="page"><caption> Perez Molina dituding berperan sebagai aktor intelektual</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150903_dunia_guatemala_penahanan" platform="highweb"/></link> di balik upaya penggelapan jutaan dollar dari bea cukai.

Sumber gambar, AFP
Para jaksa menuduh presiden dan sejumlah pejabat menerima jatah dari uang suap yang diberikan para pengusaha yang ingin menghindari pajak impor.
Perez Molina membantah dirinya terlibat.
Meski demikian, penindaklanjutan kasus skandal suap yang diduga melibatkan Perez Molina dan berujung pada pengunduran dirinya mendapat sambutan meriah warga Guatemala. Mereka menggelar pawai besar di sejumlah kota, termasuk Guatemala City.









