Hakim Guatemala rilis surat perintah penahanan presiden

Sumber gambar, AFP
Surat perintah penahanan Presiden Guatemala Otto Perez Molina telah dikeluarkan seorang hakim pengadilan, kata kantor kejaksaan negara tersebut.
Berbekal surat itu, aparat kini tinggal mendatangi kantor presiden dan menahannya sesuai hukum yang berlaku.
Seorang juru bicara Perez Molina mengatakan presiden akan ‘sangat menghormati dan menempatkan dirinya pada aturan hukum’.
Surat perintah penahanan yang ditandatangani Hakim Miguel Angel Galvez bisa dikeluarkan setelah sehari sebelumnya <link type="page"><caption> parlemen Guatemala memutuskan untuk mencabut kekebalan hukum presiden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150902_dunia_guatemala_imunitas" platform="highweb"/></link>.
Keputusan itu juga didukung anggota parlemen dari partai berkuasa afiliasi Perez Molina.

Sumber gambar, BBC World Service
Perez Molina dituding berperan sebagai aktor intelektual di balik upaya penggelapan jutaan dollar dari bea cukai.
Para jaksa menuduh presiden dan sejumlah pejabat menerima jatah dari uang suap yang diberikan para pengusaha yang ingin menghindari pajak impor.
Presiden membantah dirinya terlibat. Namun, mantan wakil presiden Roxana Baldetti dan sejumlah pejabat tinggi dipaksa mengundurkan diri dari jabatan mereka akibat skandal tersebut.
Bahkan, Baldetti kini dipenjara menunggu sidang skandal suap itu.









