Jaksa Prancis hentikan penyelidikan kematian Yasser Arafat

Yasser Arafat meninggal dunia di Paris pada 2004 lalu.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Yasser Arafat meninggal dunia di Paris pada 2004 lalu.

Penyelidikan atas dugaan bahwa pemimpin Palestina, Yasser Arafat, meninggal dunia akibat diracuni telah dihentikan aparat Prancis.

Melalui sebuah pernyataan yang dikeluarkan sejumlah jaksa di Nanterre, dekat Paris, menyebutkan polonium tidak terbukti meracuni Arafat sehingga investigasi tidak akan dilanjutkan.

Pernyataan itu sejalan dengan ucapan salah seorang jaksa Prancis yang mengatakan bahwa sampel polonium merupakan gejala alam.

Menanggapi penghentian penyelidikan tersebut, Otorita Palestina berkeras akan berupaya membuktikan bahwa <link type="page"><caption> Arafat meninggal karena diracuni</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/08/120829_prancisarafat" platform="highweb"/></link>.

“Kami akan melanjutkan investigasi untuk mengetahui pembunuh Arafat, sampai kami tahu bagaimana Arafat dibunuh,” kata Tawfiq Tirawi, kepala komisi penyelidikan Otorita Palestina sekaligus mantan kepala intelijen Palestina, kepada kantor berita AFP.

Arafat meninggal dunia di Paris, Prancis, pada usia 75 tahun, 8 November 2004 lalu. Sebelum meninggal, Arafat mengidap kelainan darah dan mengalami stroke.

Polonium

Belakangan, istri Arafat, Suha, meyakini suaminya meninggal dunia akibat diracuni setelah ditemukan elemen radio aktif bernama polonium-210 pada sejumlah barang-barang pribadi Arafat.

Dalam sebuah acara dokumenter yang disiarkan oleh stasiun televisi Al Jazeera sejumlah peneliti dari Institut Fisika Radiasi (IRA) di Universitas Lausanne di Swiss yang disewa untuk melakukan penelitian terhadap dugaan itu mengatakan telah menemukan adanya polonium-210 dengan jumlah "signifikan" dari sampel yang diambil dari benda-benda pribadi Arafat, termasuk kafiyah yang menjadi ciri khasnya.

Polonium-210 adalah zat radioaktif yang secara alami diperoleh makanan dan tubuh dengan dosis rendah, namun senyawa ini bisa mematikan jika jika tertelan dalam dosis tinggi.

Banyak warga Palestina percaya bahwa Israel meracuni Arafat. Namun, Israel membantah terlibat.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Banyak warga Palestina percaya bahwa Israel meracuni Arafat. Namun, Israel membantah terlibat.

Pada Agustus 2012, pemerintah Prancis mengatakan telah menyetujui dimulainya penyelidikan dugaan pembunuhan pada meninggalnya Arafat.

Lalu, pada November 2012, <link type="page"><caption> makam Arafat dibongkar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/11/121113_arafatgrave" platform="highweb"/></link> dalam rangka penyelidikan forensik.

Setahun kemudian, <link type="page"><caption> laporan forensik dari Vaudois University Hospital Centre (CHUV) di Swiss</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/11/131107_yasser_arafat" platform="highweb"/></link> mengatakan tes yang dilakukan pada jenazah menunjukkan "kandungan polonium-210 yang cukup tinggi", yang "cukup" mendukung dugaan bahwa Arafat diracuni.

Banyak warga Palestina dan lainnya percaya bahwa Israel meracuni Arafat. Israel sejauh ini konsisten membantah keterlibatannya.