Ilmuwan Prancis sangsikan Arafat diracun

Sebuah tim ilmuwan yang ditunjuk oleh pengadilan Prancis untuk menyelidiki kematian Yasser Arafat pada 2004 menyangsikan jika pemimpin Palestina itu meninggal karena diracun.
Hal itu terungkap dari dokumen rahasia yang bocor ke media.
Tim beranggotakan para ahli dari Prancis itu menyimpulkan Arafat meninggal karena penyebab alami.
Bulan November lalu, pakar-pakar forensik Swiss yang melakukan otopsi ulang pada jenazah Arafat menemukan kadar zat radioaktif <link type="page"><caption> jenis polonium</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131107_yasser_arafat.shtml" platform="highweb"/></link> dalam jumlah besar.
Temuan itu mendukung teori yang sejak lama diyakini oleh sebagian besar rakyat Palestina bahwa Arafat diracun.
Janda Arafat, Suha, mengatakan kepada wartawan di Paris ia "terpukul dan bingung dengan kontradiksi pada temuan para pakar terbaik di Eropa dalam kasus suaminya."
Otoriitas Palestina mengatakan ahli-ahli mereka akan segera mengumumkan nama-nama pihak yang mereka sebut <link type="page"><caption> bertanggung jawab atas kematian Yasser Arafat. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131108_arafat_laporan.shtml" platform="highweb"/></link>
Arafat meninggal dunia dalam usia 75 tahun di sebuah rumah sakit di Paris pada 11 November 2004 setelah dirawat selama dua minggu.









