Ledakan di Cina tewaskan 17 orang

Ledakan pertama setara tiga ton ledakan TNT, ledakan kedua setara 21 ton TNT

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ledakan pertama setara tiga ton ledakan TNT, ledakan kedua setara 21 ton TNT

Setidaknya sudah 17 orang tewas dan ratusan luka akibat ledakan hebat yang berkembang menjadi kebakaran di kota Tianjin, Cina.

Presiden Xu Jinping memerintahkan "upaya habis-habisan" untuk menyelamatkan para korban dan memadamkan api, lapor Kantor Berita nasional Cina, Xinhua

Menurut media, ledakan terjadi di sebuah gudang yang menyimpan "bahan kimia yang berbahaya" di kawasan pelabuhan.

Rumah-rumah sakit dilaporkan kewalahan menampung para korban.

Stasiun televisi pemerintah, CCTV awalnya melaporkan bahwa ledakan <link type="page"><caption> bersumber pada pengiriman bahan peleda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150812_dunia_cina_ledakan" platform="highweb"/></link>k, namun laporan ini tak dikukuhkan.

Wartawan BBC Raymond Li menyebut, semua petunjuk mengarah pada kesimpulan bahwa ledakan itu merupakan kecelakaan industrial.

Ledakan mengakibatkan kerusakan yang parah mencakup kawasan yang luas

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Ledakan mengakibatkan kerusakan yang parah mencakup kawasan yang luas

Ledakan pertama pada Rabu (12/8) pukul 23:30 (21:30 WIB) disusul ledakan jauh lebih dahsyat beberapa detik kemudian. Getaran terasa di tempat yang berkilometer jauhnya.

Pusat jaringan gempa Cina menyebutkan, tingkat ledakan pertama setara dengan ledakan tiga ton bahan peledak TNT, sementara ledakan kedua setara dengan ledakan 21 ton bahan peledak itu.

Sejumlah ledakan lain kemudian menyusul di tempat-tempat sekitarnya, lapor Xinhua.

Tianjin adalah pelabuhan penting dan daerah industri arah tenggara ibukota Beijing, yang merupakan tempat tinggal 7,5 juta orang.