Kaitkan kesepakatan nuklir Iran dengan Nazi, bakal cawapres AS dikecam

Sumber gambar, AP
Bakal calon presiden AS dari partai Republik, meminta maaf tentang pernyataannya yang menyebut kesepakatan nuklir Iran "membuka pintu oven bagi warga Israel."
"Oven" dalam pernyataan politikus Partai Republik Mike Huckabee yang dipermasalahkan itu mengacu pada kamp-kamp konsentrasi Nazi bagi kaum Yahudi semasa Perang Dunia II, yang menewaskan jutaan warga sipil Yahudi.
Deborah Wasserman-Schultz yang mengetuai Komite Nasional Demokrat (DNC) mengatakan pernyataan seperti itu tak punya tempat dalam politik Amerika Serikat.
Disebutkan anggota Kongres dari Florida itu, Huckabee mesti meminta maaf kepada kaum Yahudi.
Sebagian kaum Republikan telah mengecam keras <link type="page"><caption> kesepakatan yang ditandatangani 14 Juli lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150714_dunia_iran_nuklir" platform="highweb"/></link>, yang dimaksudkan untuk menghentikan program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, juga menggambarkan perjanjian itu sebagai ancaman bagi kelangsungan negara Israel.
Kongres AS yang didominasi Partai Republik memiliki waktu hingga 17 September untuk menyetujui atau menolak kesepakatan itu.
'Paling lemah'
Dalam sebuah wawancara hari Sabtu (25/7), Huckabee yang juga bekas gubernur Arkansas itu menggambarkan kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Obama adalah "yang paling lemah dalam sejarah Amerika."
"Sangatlah naif bahwa ia mempercayai (para pemimpin) Iran. Dengan melakukan (kesepakatan nuklir) itu, ia (Obama) membawa orang-orang Israel dan membariskannya menuju oven (pembakaran)," katanya kepada Breibart News.
"Ini hal yang paling idiot, kesepakatan Iran itu. Karenanya harus ditolak baik oleh Demokrat maupun Republikan di Kongres, dan oleh rakyat Amerika. Saya sudah membaca keseluruhan perjanjian itu. Kita terlalu menguntungkan Iran. Harus dihentikan," tambahnya pula.
Deborah Wasserman-Schultz, politikus Demokrat yang berdarah Yahudi menegaskan, "analogi yang gegabah" terhadap Holokaus tak bisa diterima.
"Mike Huckabee mesti meminta maaf kepada komunitas Yahudi Amerika untuk pernyataannya yang luar biasa tak bertanggung jawab itu," katanya.
Huckabee, yang dianggap keras untuk haluan kebijakan luar negeri, sedang berusaha untuk kedua kalinya mendapatkan nominasi Partai Rebulik untuk pemilihan Presiden AS tahun depan.
Setelah gagal dalam nominasi Pilpres tahun 2008, ia berkarir di bidang media.














