Peningkatan eksekusi di Iran, kata Amnesy International

Iran

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Amnesty International mengatakan tidak mengetahui alasan peningkatan eksekusi.

Organisasi pegiat hak asasi, Amnesty International, yakin Iran sudah mengeksekusi hampir 700 orang dalam paruh pertama 2015.

Jumlah yang dieksekusi itu berarti peningkatan dua kali lipat karena hampir sama dengan total yang dieksekusi sepanjang satu tahun lalu.

Amnesty menambahkan hukuman mati di Iran itu sering dilakukan lewat pengadilan yang 'kurang mandiri dan kurang seimbang'.

"Hukuman mati diterapkan berdasarkan kalimat yang kabur atau untuk pelanggaran yang amat luas atau merupakan tindakan yang mestinya tidak dikriminalkan, apalagi sampai dihukum mati," seperti dinyatakan AI.

Iran

Sumber gambar, BBC World Service

Alasan dari peningkatan eksekusi ini tidak jelas namun mayoritas dari yang dieksekusi tahun 2015 dilaporkan merupakan terpidana dalam undang-undang narkotika, yang memang memberikan ancaman hukuman mati untuk beberapa pelanggaran.

Menurut AI, sebanyak 694 orang dieksekusi sepanjang 1 Januari hingga 15 Juli, atau tiga kali lipat dari angka yang diakui pemerintah Iran.

Adapun pada tahun 2014, berdasarkan laporan-laporan yang bisa dipercaya- tercatat 743 orang yang dieksekusi.

Dan satu hal yang tidak biasa, menurut AI, sedikitnya empat orang dilaporkan menjalani hukuman mati pada bulan suci Ramadan.

Sebuah perkiraan lain dari PBB pada bulan April menyebutkan Iran mengeksekusi rata-rata enam orang perhari.