Seruan Iran tidak mengeksekusi Jabbari

Sumber gambar, AFP
Kelompok pegiat hak asasi, Amnesty Internasional, mendesak Iran untuk tidak mengeksekusi seorang perempuan yang dinyatakan bersalah membunuh seorang pria yang berupaya melakukan kekerasan seksual.
Laporan-laporan dari Iran menyebutkan Reyhaneh Jabbari, 26 tahun, kemungkinan dihukum pada Selasa 30 September.
Vonis hukuman mati itu, menurut Amnesty, diputuskan berdasarkan penyelidikan yang cacat.
Jabbari ditanglap pada tahun 2007 karena membunuh seorang mantan staf Kementrian Intelijen Iran.
Walau dia mengaku menikam pria itu dari belakang, tambah Amnesty, dia mengatakan ada orang lain di rumah itu yang sebenarnya membunuh dia.
Situs Amnesty Internasional mengutip pesan ibu Jabbari di Facebook yang berisi putrinya dipindahkan ke tahanan baru untuk persiapan eksekusi.
Pesan Facebook itu ditulis setelah putrinya menghubungi dia yang mengatakan 'dipanggil untu melaksanakan hukuman'.
Hukuman mati atas Jabbari ini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk dari dunia internasional .
Sutradara Iran, Asghar Farhadi- yang pernah meraih Piala Oscar- ikut dalam upaya menghentikan hukuman mati atas Jabbar dengan menulis surat langsung kepada keluarga korban untuk memaafkan Jabbari.









