Pilpres Taiwan hadirkan pertarungan kandidat perempuan

Hung Hsiu-chu ditantang menggalang dukungan publik bagi partai KMT

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Hung Hsiu-chu ditantang menggalang dukungan publik bagi partai KMT

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Taiwan, dua partai terbesar memilih perempuan sebagai kandidat dalam pemilihan presiden pada Januari 2016.

Kepastian itu mengemuka setelah partai berkuasa Kuomintang (KMT) mengajukan Hung Hsui-chui, yang saat ini menjadi wakil ketua parlemen, sebagai kandidat presiden.

Ini adalah pertama kalinya KMT – yang didirikan lebih dari seabad lalu – memilih seorang perempuan sebagai calon presiden.

Sebelumnya, Partai Demokratik Progresif (DPP) sudah terlebih dulu mengumumkan Tsai Ing-wen sebagai kandidat presiden.

Tsai Ing-wen pernah maju sebagai kandidat presiden pada 2012 lalu, namun kalah dari Ma Ying-jeou.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tsai Ing-wen pernah maju sebagai kandidat presiden pada 2012 lalu, namun kalah dari Ma Ying-jeou.

Tsai bukanlah wajah baru dalam kancah politik Taiwan. Pada pemilu 2012, dia telah maju sebagai kandidat, namun kalah dari Ma Ying-jeou yang kini menjadi presiden. Kini, Tsai tampak memimpin dalam sejumlah jajak pendapat dan diperkirakan sulit dikalahkan.

Sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Taipei, Cindy Su, salah satu isu utama yang akan diperdebatkan antara Hung dan Tsai ialah hubungan Cina-Taiwan.

Hung dan Partai Kuomintang secara tradisional menginginkan hubungan yang lebih erat dengan Cina, namun Tsai dan DPP berpendapat hal itu bakal mengancam kedaulatan Taiwan.

Lepas dari perbedaan sikap politik mereka, para analis melihat bahwa kehadiran Hung dan Tsai sebagai kandidat presiden ialah tanda kemajuan dan kesetaraan gender di Taiwan.