Biarawan Tibet meninggal di penjara Cina

Tenzin Delek Rinpoche

Sumber gambar, students for free tibet

Keterangan gambar, Tenzin Delek Rinpoche menjalani hukuman 20 tahun penjara setelah dinyatakan melakukan separatisme dan teror.

Seorang biarawan terkemuka Tibet meninggal di sebuah penjara Cina setelah 13 tahun dipenjara, kata keluarga dan kelompok hak asasi manusia.

Tenzin Delek Rinpoche, 65 tahun, sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara karena melakukan separatisme dan teror.

Dia dihukum setelah dinyatakan terlibat pada serangan bom tahun 2002 di Chengdu.

Tenzin Delek menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakannya bermotif politik.

Amerika Serikat, Uni Eropa dan kelompok hak asasi manusia mengecam hukumannya saat itu dan mendesak pembebasannya.

Polisi di kota Chengdu, Sichuan barat daya, di mana Tenzin Delek dipenjara, telah memberitahu keluarganya tentang kematiannya pada hari Minggu, kata kelompok hak asasi manusia Students for a Free Tibet.

Sepupunya Geshe Nyima, yang berada di India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penyebab kematiannya tidak jelas.

Kelompok lainnya, Free Tibet, mengatakan keluarga biarawan meminta jenazahnya dikembalikan, tetapi permintaan ini ditolak pejabat penjara.

Anggota Biro Keamanan Masyarakat di Dazhu, Sichuan memastikan kematian Tenzin Delek kepada kantor berita AP, tetapi menolak memberikan rincian.