Media massa Cina anggap AS pembuat keonaran

obama

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Barack Obama melambaikan tangan kepada Dalai Lama yang dilihatnya berada di antara hadirin acara Sarapan Pagi Doa Nasional di Washington, Kamis (05/02).

Media massa Cina mengkritik Amerika Serikat sebagai "pembuat keonaran" setelah <link type="page"><caption> Presiden Barack Obama bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150205_obama_dalai_lama" platform="highweb"/></link> yang berada dalam pengasingan Dalai Lama dan menyebutnya sebagai "teman baik".

Ketika berbicara pada acara Sarapan Pagi Doa Nasional di Gedung Putih, dengan keberadaan Dalai Lama di antara hadirin, Obama mengatakan pemimpin agama Buddha Tibet itu merupakan sumber inspirasi bagi kebebasan dan martabat umat manusia.

Cina merasa keberatan atas pertemuan para pemimpin asing dengan Dalai Lama karena memandang Dalai Lama sebagai separatis.

"Mungkin memang ada apa yang mereka sebut sebagai persahabatan antara Obama dan Dalai Lama sebagai individu... Namun apa yang ada di balik hubungan yang munafik ini adalah kesepakatan politik dan kalkulasi yang dilakukan dengan darah dingin," kata kantor berita Xinhua.

dalai lama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dalai Lama membalas melambaikan tangan kepada Presiden Obama yang duduk di meja utama dalam acara Sarapan Pagi Doa Nasional di Washington.

Masih dengan pandangan yang sama, sebuah komentar Xinhua lainnya menggambarkan AS sebagai "pembuat keonaran".

"AS ingin menggunakan isu Dalai Lama dan Tibet untuk menimbulkan masalah bagi Cina," kata artikel itu dengan menambahkan bahwa "ketulusan Washington" dalam membangun ikatan yang lebih kuat dengan Beijing perlu "diragukan".

Sebuah opini yang dimuat di portal berita China Net menganggap Obama "tidak bertobat" mengenai pertemuannya dengan pemimpin spiritual Tibet dan memperingatkan presiden AS untuk tidak "menanamkan bom berbahaya" dalam hubungan bilateral.