WHO 'tak mampu' menangani keadaan darurat

Sumber gambar, AP
Krisis Ebola membuktikan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kurang memiliki "kapasitas dan budaya"untuk mengatasi keadaan darurat kesehatan dunia, demikian hasil laporan independen yang ditugaskan WHO sendiri.
Panel penilai mengatakan WHO terlalu lambat bertindak untuk mengatasi virus mematikan yang <link type="page"><caption> sekarang menewaskian lebih 11.000 orang di Afrika Barat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150702_dunia_liberia_ebola" platform="highweb"/></link>.
Dan ini berarti perlu dilakukan perombakan segera organisasi tersebut, lapor wartawan BBC Michelle Roberts.
WHO menyatakan telah memiliki sejumlah rencana untuk melakukan reformasi.
Organisasi tersebut mengakui mereka menunggu terlalu lama untuk menyatakan Ebola sebagai keadaan darurat kesehatan yang memerlukan perhatian dunia.
Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan, mengakui pada bulan Mei bahwa pihaknya "kewalahan" dalam mengatasi wabah Ebola, yang "mengguncang organisasi sampai ke akarnya".
Penyakit tersebut menyebar pada bulan Desember 2013, tetapi baru pada bulan Agustus 2014, WHO menyatakan keadaan darurat. Pada saat itu sudah lebih dari 1.000 orang meninggal karena virus tersebut.
Menurut laporan itu, WHO tidak memiliki kebudayaan pengambilan keputusan segera.











