Demonstrasi pro-kontra dana talangan di Yunani

Yunani

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstrasi di Yunani didariri oleh puluhan ribu orang.

Puluhan ribu orang di Yunani melakukan demonstrasi di ibukota Athena menjelang referendum yang akan dilaksanakan pada Minggu (05/07).

Perdana Menteri Alexis Tsipras mendapatkan sambutan luas dari peserta demonstrasi ketika dia menyatakan kepada para pendukungnya untuk memilih "Tidak" terhadap dana talangan atau bailout dari lembaga internasional.

Tetapi dalam demonstrasi besar lainnya, para pendukung dana talangan memperingatkan pilihan "Tidak" dapat diartikan Yunani akan dikeluarkan dari zona eropa.

Program dana talangan Yunani akan berakhir pada Selasa. Seluruh bank telah tutup, dan hanya memiliki sangat sedikit jumlah uang tunai yang dapat ditarik nasabah.

Wartawan BBC di Athena Chris Morris mengatakan pilihan referendum ini adalah untuk tetap berada di zona eropa atau tidak. Dia mengatakan retorika yang disampaikan dua kelompok yang mendukung ataupun menolak dana talangan semakin sengit, meskipun tak seorang pun yakin apakah bank di Yunani dapat kembali buka pada pekan depan seperti dijanjikan oleh pemerintah.

Yunani

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para pendukung dana talangan hadir dalam demonstrasi
Pendukung yang menolak dana talangan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pendukung yang menolak dana talangan

Referendum Minggu (05/07) akan memberi pilihan kepada rakyat Yunani untuk menyetujui atau menolak proposal pihak kreditur, yaitu Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Usulan referendum disampaikan oleh Perdana Menteri Yunani setelah menolak proposal pengucuran dana talangan yang dinilai memberikan persyaratan yang terlalu ketat.

Sebelumnya, proposal itu diajukan kepada Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras untuk mengucurkan dana talangan sebesar 7,2 miliar euro atau setara dengan Rp108 triliun. Dana itu krusial bagi Yunani untuk membayar utang kepada IMF sebesar 1,6 miliar euro atau setara dengan Rp22 triliun.