Kampanye marak jelang referendum Yunani

Sumber gambar, EPA
Demonstrasi besar-besaran akan berlangsung di Athena menjelang referendum mengenai kesepakatan dana talangan, pada Minggu (05/07).
Wartawan BBC di Athena, Chris Morris, mengatakan kedua kubu gencar berkampanye demi menjangkau para pemilih. Poster-poster bertuliskan 'Ya' dan 'Tidak' terlihat di berbagai tempat di Athena.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras dijadwalkan hadir dalam pawai kubu 'Tidak', yang menentang persyaratan kesepakatan itu.
“Upaya kita difokuskan untuk mengatasi krisis ini secepat mungkin, dengan solusi yang menjaga kehormatan dan kedaulatan kami,” katanya.
Namun pemimpin Uni Eropa telah memperingatkan bahwa pilihan 'Tidak' pada Minggu bisa mengakibatkan <link type="page"><caption> dikeluarkannya Yunani dari zona mata uang euro</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150629_dunia_yunani_euro" platform="highweb"/></link>.
Dalam sebuah pidato mendukung pilihan 'Ya', mantan PM Yunani Costas Karamanlis mengatakan dunia akan “menganggap pilihan 'Tidak' sebagai pengunduran diri dari jantung Eropa, langkah pertama untuk keluar dari euro”.
Perpecahan
Perpecahan di Yunani makin terlihat menjelang referendum tersebut. Sebuah jajak pendapat yang dikutip oleh euro2day.gr mengatakan 47% warga Yunani cenderung memilih suara 'Ya' dan kubu 'Tidak' pada 43%.
Tsipras telah mengatakan suara 'Tidak' yang tegas akan membantu pencapaian “kesepakatan yang lebih baik” dengan para kreditor.
Namun, presiden parlemen Eropa Martin Schulz mengkritik keras taktik negosiasi Yunani.

Sumber gambar, Reuters
"Keyakinan saya pada kesiapan pemerintah Yunani untuk melakukan negosiasi kini telah mencapai titik terendah," katanya kepada media Jerman pada Kamis.
Dia menambahkan bahwa Tsipras “tidak bisa diprediksi” dan menuduhnya memanipulasi warga Yunani.
Menteri keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengatakan dia akan mundur bila suara “Ya” menang pada Minggu.
Namun dia mengatakan kepada BBC dia yakin kesepakatan akan dicapai tidak lama setelah referendum, membolehkan bank-bank dibuka lagi pada Selasa.
Aktivitas perbankan Yunani telah ditutup setelah pembekuan dana dari bank sentral Eropa (ECB), walaupun beberapa cabang telah buka agar para pensiunan bisa mengambil uang mingguan mereka dengan batas €120.
Penarikan dari mesin ATM dibatasi pada €60 per hari.

Sumber gambar, Getty
Referendum
Referendum Minggu (05/07) nanti sejatinya memberi pilihan kepada rakyat Yunani untuk menyetujui atau menolak proposal pihak kreditur, yakni Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Proposal itu semula diajukan ke Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras untuk mengucurkan dana talangan sebesar 7,2 miliar euro atau setara dengan Rp108 triliun. Dana itu krusial bagi Yunani untuk membayar <link type="page"><caption> utang kepada IMF sebesar 1,6 miliar euro atau setara dengan Rp22 triliun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150701_yunani_jatuh_tempo" platform="highweb"/></link>.
Namun, Tsipras menolak proposal pengucuran dana talangan karena menilai pihak kreditor memberikan persyaratan yang terlalu ketat.
Pada Jumat (26/06) lalu, Tsipras pun mencetuskan referendum. Dia mendesak rakyat Yunani memilih ‘tidak’ agar pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat untuk memulai negosiasi dengan pihak kreditur.













