Upacara pemakaman korban penembakan Charleston digelar

Dalam penjagaan aparat kepolisian, prosesi pemakaman terhadap korban bernama Ethel Lee Lance, 70 tahun, dan Sharonda Singleton, 45 tahun, dilakukan setelah jenazahnya sempat disemayamkan pada dua gereja yang berbeda.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dalam penjagaan aparat kepolisian, prosesi pemakaman terhadap korban bernama Ethel Lee Lance, 70 tahun, dan Sharonda Singleton, 45 tahun, dilakukan setelah jenazahnya sempat disemayamkan pada dua gereja yang berbeda.

Upacara pemakaman terhadap dua dari sembilan orang korban penembakan oleh seorang pria kulit putih di sebuah gereja Amerika keturunan Afrika di Charleston, South Carolina, telah digelar.

Dalam penjagaan aparat kepolisian, prosesi pemakaman terhadap korban bernama Ethel Lee Lance, 70 tahun, dan Sharonda Singleton, 45 tahun, dilakukan setelah jenazahnya sempat disemayamkan pada dua gereja yang berbeda.

Lance merupakan ibu dari lima anak dan sudah bekerja di gereja lebih dari 30 tahun, sementara Sharonda-Coleman Singleton dikenal sebagai pendeta, ahli terapi bicara serta ibu dari tiga.

Cucu dari Lance mengatakan, neneknya merupakan simbol cinta dari korban kebencian.

Pidato Obama

Pada Jumat (26/06) ini, Presiden AS Barack Obama akan menyampaikan pidato dalam upacara pemakaman pendeta gereja Clementa Pinckney, yang juga senator negara bagian Carolina Selatan.

Salah-seorang korban, Ethel Lee Lance merupakan ibu dari lima anak dan sudah bekerja di gereja lebih dari 30 tahun,

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Salah-seorang korban, Ethel Lee Lance merupakan ibu dari lima anak dan sudah bekerja di gereja lebih dari 30 tahun,

Ini adalah prosesi pemakaman pertama dari sembilan korban penembakan di gereja Amerika keturunan Afrika di Charleston, pekan lalu.

Rencananya pemakaman terhadap korban lainnya akan digelar pada Jumat dan Sabtu ini.

<link type="page"><caption> Tersangka pembunuhan, Dylann Roof</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150619_dunia_doa_charleston" platform="highweb"/></link>, 21, telah dihadapkan ke pengadilan dengan sembilan dakwaan pembunuhan.

Kepolisian AS memperlakukan pembunuhan di gereja Afrika-Amerika pada Rabu (17/6) itu sebagai kejahatan berlatar kebencian.