Korban penembakan Charleston dikenang pada kebaktian

charleston

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ratusan orang memenuhi gereja Emanuel AME saat kebaktian Minggu pagi.

Nama sembilan orang yang ditembak mati pada sebuah gereja Amerika keturunan Afrika di Charleston, South Carolina, dibacakan pada kebaktian pertama sejak serangan hari Rabu (17 Juni).

Pendeta tamu John Gillison mengatakan "setan masuk" tetapi gagal "menguasai gereja Anda".

Kain hitam ditaruh pada kursi Pendeta Clementa Pinckney, salah satu korban yang dibunuh pria bersenjata.

Ratusan orang memenuhi gereja Emanuel AME saat misa Minggu pagi yang dilakukan di bawah pengamanan ketat.

Sementara itu polisi menyelidiki sebuah informasi yang ditaruh di internet, kemungkinan oleh <link type="page"><caption> Dylann Roof, yang diduga melakukan penembakan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150621_dunia_foto_pelaku_charleston" platform="highweb"/></link>.

Pesan ini kemungkinan dapat mengungkap alasan penyerangan.

Pada hari Minggu, lonceng puluhan gereja terdengar secara bersamaan di negara bagian South Carolina sebagai tanda solidaritas.

"Mereka ada di rumah Tuhan, mengkaji kata-katanya, berdoa bersama," kata Pendeta John Gillison.

"Tetapi setan juga masuk. Dan setan berusaha berkuasa," katanya. Tetapi, dia menambahkan, "Setan tidak bisa menguasai kami. Dan setan tidak bisa menguasai gereja."