DItemukan, foto-foto pelaku pembunuhan Charleston

Dylann Roof dengan muka dingin dan bendera AS yang dibakar
Keterangan gambar, Dylann Roof dengan muka dingin dan bendera AS yang dibakar

Bermunculan foto-foto di internet yang menunjukkan Dylann Roof, penembak yang membunuh sembilan orang di sebuah gereja Afrika-Amerika di Charleston, tampil dengan senjata dan membakar bendera AS.

Ada juga fotonya bersama bendera Konfederasi --bendera pihak Selatan yang pro perbudakan dalam Perang Saudara Amerika, serta foto kunjungan pemuda 21 tahun itu ke sejumlah tempat bersejarah terkait perbudakan. Di foto lain, ia menatap kamera dengan celana militer sambil menyandang senapan.

Data dari sejumlah foto menunjukkan, pengambilan gambar dilakukan bulan April dan Mei 2015.

Dylan Roof dengan bendera konfederasi dan senjata di genggaman
Keterangan gambar, Dylan Roof dengan bendera konfederasi dan senjata di genggaman

Situs itu juga memuat manifesto rasis.

Mulai diketahui hari Sabtu (20/6), catatan internet menunjukkan situs itu didaftarkan bulan Februari namun tak diketahui siapa yang berada di belakangnya.

FBI mengatakan masih sedang menyelidikinya.

Kembali ke gereja

Sementara itu, gerakan untuk menurunkan bendera Konfederasi ari gedung Capitol di Columbia, makin menguat. Bendera itu dipandang sebagai simbol pernyataan supremasi kulit putih, yang digunakan oleh para penentang dihabuskannya perbudakan di AS, di akhir abad ke 19.

Dylan Roof <link type="page"><caption> ditangkap hari Kamis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150618_dunia_obama_senjata" platform="highweb"/></link> (18/6) dan dikenai dakwaan pembunuhan.

Dylann Roof di lokasi yang terkait perbudakan dan supremasi kulit putih di abad ke 19
Keterangan gambar, Dylann Roof di lokasi yang terkait perbudakan dan supremasi kulit putih di abad ke 19

Menurut pemeriksaan polisi, Dylan Roof hari Rabu (17/6) itu duduk berjam-jam bersama para jemaat di dalam gereja, sebelum kemudian <link type="page"><caption> menembaki mereka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150618_dunia_gereja_as_penembakan" platform="highweb"/></link>.

Saat dihadapkan pertama kali di pengadilan, <link type="page"><caption> Roof tak menampakkan emosi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150620_dunia_charleston_maaf_keluarga" platform="highweb"/></link> ketika sebagian anggota keluarga menyatakan permaafan kepadanya.

Hari Sabtu, para jemaat memasuki gereja untuk pertama kalinya sejak penembakan itu.

Ribuan orang menyerukan diturunkannya bendera Konfederasi dari Gedung Capitol Columbia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ribuan orang menyerukan diturunkannya bendera Konfederasi dari Gedung Capitol Columbia

Orang-orang juga berkumpul di pekarangan gereja bersejarah itu untuk mendengarkan khotbah para pendeta yang berdatangan dari berbagai penjuru.

Gereja juga penuh dengan karangan bunga, balon dan boneka, yang diletakkan orang-orang sebagai tanda duka.

Hari Minggu (21/6) ini, lebih dari 3.000 orang akan bergandengan tangan melintasi Jembatan Ravanel, perlintasan utama kota Charleston.