Keadaan darurat di Pakistan, 450 tewas akibat hawa panas

Karachi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Warga mendinginkan tubuh di Karachi, yang mengalami suhu 45'C dalam beberapa hari.

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, menyatakan keadaan darurat untuk mengatasi serangan hawa panas di Provinsi Sindh, yang sejauh ini menewaskan 450 orang.

Badan Pengelola Bencana Nasional, NDMA, mengatakan sudah menerima perintah dari perdana menteri untuk segera mengambil tindakan.

Tentara juga sudah dikerahkan untuk mendirikan pusat-pusat bantuan serangan hawa panas dan membantu NDMA.

<link type="page"><caption> Banyak korban jiwa dalam serangan hawa panas ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150622_dunia_pakistan_panas" platform="highweb"/></link> merupakan warga usia lanjut dari keluarga-keluarga berpendapatan miskin.

Karachi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penggunaan listrik untuk mesin penyejuk AC meningkat walau tak semua orang punya AC.

Petugas kesehatan mengatakan korban jiwa terbanyak jatuh di kota terbesar Karachi yang mengalami temperatur sampai 45'C dalam beberapa hari belakangan.

Sementara ratusan orang yang terkena dampak serangan hawa panas mendapat pengobatan di rumah-rumah sakit pemerintah.

Unjuk rasa

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Berlangsung unjuk rasa di beberapa daerah di Karachi karena warga menganggap pemerintah gagal mencegah korban jiwa.

Penggunaan listrik untuk mesin penyujuk AC meningkat sejalan dengan naiknya keperluan listrik pada bulan Ramadan.

Suhu yang amat panas bukan hal yang tidak biasa di Pakistan, namun kekurangan listrik pada saat bersamaan membuat masalahnya menjadi lebih buruk, seperti dikaporkan wartawan BBC, Shahzeb Jillani.

Sejumlah aksi unjuk rasa sporadis berlangsung di beberapa bagian Karachi, menuding pemerintah dan perusahaan listrik kota, K-Electric, gagal mencegah jatuhnya korban jiwa.