Gelombang panas di India terus telan korban

Sumber gambar, epa
Gelombang panas yang melanda India tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda dan sekitar 1.100 orang telah meninggal dunia, menurut pejabat setempat.
Para dokter tidak diizinkan untuk mengambil cuti agar bisa terus menangani para korban yang terkena sengatan panas matahari dan mengalami dehidrasi.
Kebanyakan dari para korban adalah buruh miskin dan orang-orang tua.
Para korban menyatakan tak mampu menuruti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di dalam rumah, karena diam di rumah berarti mereka tak bisa mendapat penghasilan hari itu.
Suhu udara sedikit menurun di kawasan yang dilanda panas tertinggi yaitu di Andhra Pradesh dan Telangana, tetapi masih berada di atas 45 derajat celcius.
Awan mulai terbentuk di dua negara bagian itu dan petugas badan meteorologi menyatakan hujan deras karena musim angin kencang akan segera terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Gelombang panas ini terjadi di sebagian besar India termasuk daerah-daerah seperti Uttar Pradesh, Jharkhand, Orissa, Rajasthan dan ibu kota Delhi, dengan suhu udara mendekati 50 derajat celcius pekan lalu.









