Lima pasien baru MERS muncul, ratusan SD ditutup di Korsel

Aparat Korsel kini menempatkan ribuan orang ke berbagai tingkat karantina menyusul pasien baru MERS yang bermunculan.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Aparat Korsel kini menempatkan ribuan orang ke berbagai tingkat karantina menyusul pasien baru MERS yang bermunculan.

Korea Selatan memastikan adanya lima pasien baru Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sehingga jumlah total pasien virus tersebut menjadi 30 orang. Kepastian itu mengemuka dua hari setelah <link type="page"><caption> dua orang menjadi korban meninggal pertama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/06/150602_dunia_korsel_mers" platform="highweb"/></link>.

Dari lima kasus terbaru ini, empat orang sebelumnya berada di rumah sakit yang sama dengan pasien pertama, seorang pria berusia 68 tahun yang baru saja kembali dari perjalanan ke empat negara di Timur Tengah.

Seorang lainnya, pria berusia 60 tahun, terjangkit penyakit itu dari seorang pasien lainnya.

Media di Korsel mengatakan Kementerian Kesehatan sedang meneliti kasus seorang lansia yang meninggal pada Minggu (31/05). Lansia itu menginap di bangsal yang sama dengan satu dari dua pasien MERS yang telah meninggal.

Wabah MERS yang melanda Korsel memaksa aparat menutup lebih dari 200 sekolah dasar pada Rabu (03/06).

Sedikitnya 209 sekolah dasar ditutup sementara untuk mencegah kontaminasi virus MERS.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sedikitnya 209 sekolah dasar ditutup sementara untuk mencegah kontaminasi virus MERS.

Menteri Pendidikan Hwang Woo-Yea mengatakan 209 sekolah dasar telah ditutup sementara guna mencegah kontaminasi.

“Infeksi di antara siswa harus dihindari dengan cara apa pun…kita membutuhkan tindakan yang lebih kuat di sekolah-sekolah lebih dari tempat lain,” kata Hwang sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Presiden Korsel Park Geun-Hye mengadakan rapat darurat dengan pejabat tinggi kesehatan dan ahli medis untuk merancang strategi karantina.

Lusinan acara umum telah dibatalkan, sementara lebih dari 1.360 orang yang terekspos virus baik secara langsung maupun tidak langsung telah ditempatkan dalam berbagai tingkat karantina.

Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.