Petugas 'berlomba dengan waktu' di Sungai Yangtze

Sumber gambar, Getty
Menteri Perhubungan Cina mengatakan para petugas penyelamat 'berlomba dengan waktu' untuk menemukan korban yang selamat dari tenggelamnya kapal pesiar di Sungai Yangtze.
"Ini merupakan perlombaan melawan waktu. Selama masih ada harapan kecil sekalipun, kami akan memberi 100% dan jelas tidak akan menyerah," tegas Yang Chuantang.
Ribuan petugas dikerahkan hingga malam hari <link type="page"><caption> di sekitar lambung kapal Bintang Timur yang tenggelam di Provonsi Hubei itu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/06/150602_dunia_cina_kapal" platform="highweb"/></link>
Lima orang dipastikan tewas sementara 15 diselamatkan dalam keadaan hidup dari 456 awak dan penumpang di dalam kapal.
Kapten kapal dan kepala bagian mesin termasuk yang selamat namun dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan tentang penyebab kapal tenggelam.

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, Reuters
Laporan-laporan awal menyebutkan kapal dihantam angin puting beliung dan menurut kapten -seperti dilaporkan media setempat- kapal tenggelam dalam waktu beberapa menit saja.
Anggota keluarga korban mengungkapkan kemarahan karena mendapat informasi yang amat sedikit tentang upaya penyelamatan.
Para penyelam pada Selasa (02/06) berhasil menyelamatkan dua orang, termasuk seorang perempuan berusia 65 tahun.
Komandan Wilayah Militer Hubei, Chen Shoumin, mengatakan kepada TV Cina bahwa penyelam membawa alat pernafasan dan menjelaskan selama lima menit kepada perempuan itu tentang cara penggunaannya.
"Perempuan tua itu amat kuat dan belajar dengan cepat. Setelah 20 menit dia muncul ke permukaan dan diselamatkan," jelas Chen.
Stasiun CCTV menyebutkan kapal Bintang Timur dimiliki Chongqing Eastern Shipping Corporation, yang mengoperasikan tur wisata Sungai Yangtze.










