Koalisi pemberontak Islam 'kuasai' kota Ariha, Suriah

Sumber gambar, Getty
Kelompok pemberontak Islam, termasuk <link type="page"><caption> cabang al-Qaida di Suriah yaitu Front al-Nusra</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130410_suriah_nusra" platform="highweb"/></link>, telah menguasai salah-satu benteng terakhir pemerintah Suriah di Provinsi Idlib, demikian lapor aktivis kemanusiaan.
The Jaish al-Fateh atau Tentara Penakluk mengambil alih kota Ariha setelah menggelar "serangan kilat", kata kelompok pemantau masalah hak asasi Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Namun, otoritas keamanan Suriah mengatakan pertempuran sengit masih terjadi di wilayah itu.
Keberhasilan kelompok pemberontak Islam menguasai kota Ariha, membuat posisi mereka makin meluas di Provinsi Idlib, yang berdekatan wilayah Turki.
Selain berbatasan langsung dengan Turki, Provinsi Idlib bersebelahan dengan Provinsi Latakia, yang disebut pertahanan terakhir pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.
Tidak menyerang Barat
Sejak akhir Maret lalu, kelompok pemberontak mengklaim telah menguasai sejumlah kota di Provinsi Idlib, termasuk kota Jisr al-Shughour.

Sumber gambar, AFP
Sebelumnya, pimpinan Front al-Nusra telah memerintahkan agar jaringan jihadis <link type="page"><caption> tidak menggunakan Suriah untuk menyerang Barat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150528_dunia_alqaida_barat" platform="highweb"/></link>.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Al Jazeera, Abu Mohammed al-Julani, mengatakan Front al-Nusra memusatkan pada upaya menaklukkan Damaskus dan menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Dia juga berjanji untuk melindungi kelompok minoritas Suriah yang disudutkan oleh Presiden Assad.














