Pos perbatasan terakhir Suriah-Irak direbut ISIS

Sumber gambar, AP
Milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) merebut pos perbatasan terakhir yang menghubungkan Suriah-Irak, yang selama ini dikuasai tentara yang setia kepada pemerintah di Damaskus.
Informasi yang diperoleh organisasi yang memantau hak asasi manusia di Suriah (SOHR) menunjukkan tentara pemerintah mundur dari al-Tanf, biasa disebut pos penyebarangan al-Waleed oleh warga Irak, ketika milisi ISIS bergerak dan masuk ke kawasan.
Wartawan BBC di Baghdad mengatakan ada tiga titik penyeberangan antara Suriah-Irak dan ketiga-tiganya sekarang dikuasai ISIS, yang berarti kelompok tersebut makin leluasa mengatur atau mengirim pasok dari Irak ke Suriah dan sebaliknya.
Sehari sebelumnya <link type="page"><caption> milisi ISIS merebut kota kuno Suriah, Palmyra</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150521_dunia_isis_palmyra" platform="highweb"/></link>, memicu kekhawatiran berbagai peninggalan sejarah penting di kota ini akan dihancurkan oleh ISIS.
Kekhawatiran ini didasarkan pada aksi ISIS menghancurkan <link type="page"><caption> situs-situs kuno dengan nilai sejarah yang tinggi di Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150306_arkeolog_kecam_isis_nimrud" platform="highweb"/></link>.
SOHR mengatakan ISIS sekarang menguasai lebih dari 95.000 kilometer persegi wilayah Irak atau lebih dari 50%.
ISIS sudah merebut Provinsi Deir al-Zour dan Raqqa dan praktis menguasai Hasakeh, Aleppo, Homs, dan Hama.
Meski demikian, berbagai pihak mengatakan wilayah luas yang dikuasai ISIS di Suriah timur tidak memiliki arti penting dari sisi politik.
Di Irak, ISIS merebut kota penting Ramadi di Provinsi Anbar setelah terlibat kontak senjata sengit selama beberapa pekan.









