Filipina rayakan penundaan eksekusi Mary Jane

Sumber gambar, AFP
Perayaan terhadap<link type="page"><caption> penundaan hukuman mati Mary Jane Veloso</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150428_eksekusi_pelaksanaan" platform="highweb"/></link> terlihat di Filipina, kantor berita AFP melaporkan.
Ibunda Mary Jane, Celia, menyatakan bahwa penundaan itu adalah mukjizat Tuhan yang telah mengabulkan doa mereka.
Di kota asal Mary Jane di Cabanatuan -sekitar dua jam dari Manila- anggota keluarga lainnya menyatakan kelegaan mereka.
"Ini merupakan mukjizat. Kami amat gembira. Puji Tuhan," kata bibi Mary Jane, Imelda Magday.
Sedangkan pendeta Harold Toledano -yang menjadi pendamping keluarga Mary Jane- menyatakan penundaan seperti kebangkitan kembali.
"Seperti seorang anggota yang sudah meninggal, lalu dibangkitkan lagi," katanya kepada AFP.

Sumber gambar, Reuters
Penundaan dilakukan menyusul munculnya bukti baru. Seorang perempuan di Filipina <link type="page"><caption> menyerahkan diri, mengaku bahwa ia telah menjebak Mary Jane</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150428_eksekusi_veloso" platform="highweb"/></link> untuk menjadi kurir narkoba.
Diumumkan 11 jam sebelum eksekusi, penundaan itu disambut gembira di Filipina, sekalipun Jaksa Agung Republik Indonesia, Muhammad Prasetyo, memastikan bahwa ini hanya <link type="page"><caption> 'penundaan' dan bukan pembatalan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150429_mary_jane_yogya" platform="highweb"/></link>.
Bagaimanapun Sekretaris Kabinet Filipina, Jose Almendras, menyatakan berduka untuk mereka yang dieksekusi namun bersyukur bahwa eksekusi Mary Jane ditunda.
"Kini waktunya bagi kita untuk mengerjakan apa yang perlu dikerjakan," katanya.
"Departemen Kehakiman Filipina dan Kejaksaan Agung Indonesia akan bekerjasama sekuat mungkin, untuk memberantas operasi sindikat yang mengangkut narkoba antar negara dengan menggunakan kurir," katanya.










