Jepang isyaratkan penyesalan atas kekejaman tentara terkait Perang Pasifik

Sumber gambar, AP
Dalam pidatonya di Konferensi Asia Afrika, PM Jepang Shinzo Abe mengisyaratkan penyesalan atas kekejaman militernya semasa Perang Dunia II, namun tidak mengungkapkan pernyataan maaf secara eksplisit,
Dalam pidato yang dihadiri Presiden Cina Xi Jinping tersebut, PM Shinzo Abe mengungkapkan “rasa penyesalan yang mendalam atas perang di masa lalu”, dan berjanji untuk menjadi negara yang selalu mematuhi prinsip-prinsip untuk menahan diri dari aksi agresi dan menjalankan kebijakan untuk menyelesaikan sengketa internasional secara damai.
Tidak jelas apakah pernyataan Jepang itu dapat memuaskan Cina yang menuntut Jepang untuk meminta maaf dan mengakui agresi pada masa Perang Dunia II, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC Sri Lestari.
Kantor berita Reuters menyebutkan keduanya akan bertemu di sela konferensi Asia Afrika tetapi tidak ada keterangan yang pasti. PM Abe dan Presiden Xi Jinping secara terpisah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo.
Namun Jepang menyerukan untuk menghindari penggunaan kekuatan militer untuk mempertahankan wilayah atau kemerdekaan politik negara lain, kata PM Abe yang implisit mengarah pada Cina yang meningkatkan kekuatan militer di wilayah yang menjadi sengketa kedua negara.
“Kebijakan dasar kami adalah, menyelesaikan perselisihan internasional dengan damai… “, jelas PM Abe.
Jepang dan Cina terlibat dalam perselisihan mengenai sebuah pulau yang terletak di Laut cina Timur. Pulau seluas 7 km2 ini disebut Pulau Diaoyu oleh Cina dan Senkaku di Jepang. Kepualan ini disebutkan memiliki letak yang stategis untuk rute kapal dan diduga mengandung kekayaan minyak dan ikan.
Ketegangan yang terjadi antara Cina dan Jepang ini menjadi sorotan dalam konferensi Asia Afrika di Jakarta. Dalam pembukaan konferensi, Presiden Joko Widodo duduk di antara PM Jepang dan Presiden Cina.










