ISIS sebar 100.000 pesan per bulan di media sosial

Imam

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Para imam di Inggris membuat situs khusus untuk membendung radikalisasi di internet.
    • Penulis, Mohamad Susilo
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS diperkirakan menyebarkan lebih dari 100.000 pesan setiap bulan melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Hal ini diungkap para imam masjid di Inggris yang kini meluncurkan imamsonline.com, situs untuk membendung radikalisasi melalui internet.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan tafsir dan konteks yang jelas atas ayat-ayat Alquran yang sering dikutip ISIS untuk menyebarkan paham radikal atau untuk merekrut para pendukung.

Sering kali ISIS menggunakan dalih-dalih agama untuk mendorong orang-orang pergi ke Irak atau Suriah.

"Seseorang harus merebut kembali teritori tersebut dari ISIS. Yaitu para imam, pemimpin agama yang selama ini memberikan panduan kepada masyarakat," kata Qari Asim, salah satu imam yang juga redaktur di situs untuk membendung radikalisasi.

Puluhan ribu akun ISIS di Twitter

Twitter

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Terdapat lebih dari 70.000 akun pendukung ISIS di Twitter.

"Tapi sekarang kita hidup di era digital. Anak-anak muda Muslim mungkin tak sering ke masjid, jika dibandingkan sepuluh tahun lalu. Jadi inilah kontribusi kami untuk menangkal radikalisasi melalui internet," kata Asim.

Shaukat Warraich, redaktur lain di imamsonline.com, mengatakan banyak yang terkejut dengan gencarnya aksi ISIS di media sosial.

Beberapa lembaga kajian memperkirakan di Twitter terdapat lebih dari 70.000 akun pendukung ISIS.

Melalui media sosial ISIS antara lain mengunggah video dan buku, termasuk <link type="page"><caption> buku panduan bagi anak-anak muda</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150408_buku_isis_wni" platform="highweb"/></link> yang ingin bergabung dengan mereka di Suriah.

"Kami ingin membalikkan keadaan. Kami sadar tugas ini berat, tapi kami harus berusaha," kata Warraich.