Pecah 'pertempuran sengit' antara Irak dan ISIS di Ramadi

Sumber gambar, AP
Terjadi pertempuran sengit untuk memperebutkan kota Ramadi, Provinsi Anbar, di Irak utara, demikian laporan-laporan yang muncul dari negara tersebut, hari Selasa (21/04).
Pemerintah Irak mengatakan aparat keamanan bertempur selama berjam-jam melawan milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, yang mengambil posisi di dalam satu rumah sakit.
Para milisi mengenakan rompi berisi bom dan meledakkan diri ketika mereka kehabisan peluru.
Baik tentara pemerintah Irak dan ISIS sama-sama mengklaim sudah menguasai sebagian besar kota tersebut.
Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 100.000 orang mengungsi dari Ramadi, untuk menyelamatkan diri dalam dua pekan terakhir.
"Sekitar 54.000 orang mengungsi ke Baghdad, 15.000 ke Sulaymaniyah di kawasan Kurdistan dan 2.100 orang ke Babylon," kata Adrian Edwards, juru bicara badan pengungsi PBB di Jenewa, seperti dikutip kantor berita AFP.
PBB menambahkan sekitar 8.000 pengungsi masih berada di Anbar barat.
Di Irak jumlah pengungsi yang didapat sejak awal 2014 sekitar 2,7 juta orang, menurut data PBB.











