Presiden Turki kecam pernyataan Paus terkait genosida

Sumber gambar, aa.com.tr
Presiden Turki mengecam keras Paus Fransiskus karena menggambarkan pembunuhan massal warga Armenia di bawah Kerajaan Ottoman saat Perang Dunia Pertama sebagai "genosida".
Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya mengecam Paus dan memperingatkannya untuk "tidak mengulang kesalahan ini".
Turki menolak penggunaan istilah genosida untuk menggambarkan pembunuhan, dengan mengatakan yang terjadi adalah perang saudara di mana korban tewas terjadi pada kedua pihak.
Negara itu meminta dilakukannya kajian bersama ahli sejarah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Turki menarik utusannya untuk Vatikan setelah <link type="page"><caption> Paus Fransiskus menyampaikan komentarnya pada hari Minggu (12/04) pada sebuah misa di Basilika Santo Petrus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150412_paus_franciskus" platform="highweb"/></link>, yang dihadiri presiden Armenia dan pimpinan Gereja Apostolik Armenia, Karekin II.
Paus mengatakan kemanusiaan telah melewati "tiga tragedi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada abad yang lalu.
"Yang pertama, di mana banyak pihak lihat sebagai genosia pertama abad 20, dialami warga Armenia," katanya.






