Jerman 'tak tahu' kondisi mental kopilot Germanwings bermasalah

Sumber gambar, AFP
Badan penerbangan sipil Jerman mengatakan tidak tahu tentang masalah kesehatan mental kopilot Germanwings, Andreas Lubitz, yang menabrakkan pesawatnya ke Pegunungan Alpen, di Prancis, menewaskan 150 orang di dalamnya.
Badan Penerbangan Federal mengatakan mereka mengetahui bahwa Lubitz memiliki masalah mental tiga hari setelah kecelakaan.
Germanwings mengatakan kepada Badan Penerbangan Federal bahwa Lubitz pernah <link type="page"><caption> mengalami depresi yang serius</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150330_germanwings_recorder_rusak.shtml" platform="highweb"/></link>.
Laporan media menyebutkan tim dokter di Lufthansa -perusahaan yang memiliki Germanwings- tidak memerintahkan evaluasi kesehatan mental menyusul <link type="page"><caption> diagnosis terhadap Lubitz</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150331_germanwings_lubitz.shtml" platform="highweb"/></link> pada 2009.
Evaluasi tidak diambil meski gangguan mental Lubitz tersebut ada dalam catatan berkas para pilot Germanwings.

Sumber gambar, Reuters
Dalam perkembangan lain, pihak berwenang di Prancis <link type="page"><caption> menghentikan pencarian terhadap para korban</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150405_germanwings_pencarian_selesai" platform="highweb"/></link> di Pegunungan Alpen.
Para pejabat Prancis mengatakan fokus mereka sekarang adalah mengidentifikasi DNA para korban yang ditemukan.
Mereka juga mengatakan akan mengangkat puing-puing yang berserakan di lokasi jatuhnya pesawat.















