Presiden Iran bertekad patuhi ketentuan kesepakatan nuklir

Sumber gambar, president.ir
Presiden Iran bertekad untuk mematuhi seluruh ketentuan kesepakatan awal tentang nuklir yang ditandatangani bersama enam negara besar, agar keenam negara itu juga mematuhinya pula.
"Dunia mesti tahu bahwa kami tak berniat untuk curang," Presiden Hassan Rouhani mengatakan dalam pidato kenegaraan yang disiarkan televisi.
Tapi Rpuhani memperingatkan bahwa Iran akan memiliki pilihan-pilihan lain jika negara-negara besar dunia itu "suatu hari memutuskan untuk menempuh jalan lain."
Kerangka kesepakatan itu <link type="page"><caption> ditandatangani Kamis (2/4) lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/04/150402_dunia_iran_nuklir" platform="highweb"/></link>, yang intinya Iran membatasi program nuklir, sebagai imbalan bagi pencabutan sanksi-sanksi ekonomi.
Kesepakatan itu dikecam baik oleh <link type="page"><caption> kalangan garis keras Ira</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150403_iran_nuklir" platform="highweb"/></link>n, maupun oleh sejumlah kalangan di Kongres di Amerika Serikat, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan itu merupakan bahaya kagi kawasan Timur Tengah, khususnya bagi Israel.

Ia menyebutkan, segala bentuk kesepakatan, yang dijadwalkan sebelum 30 Juni, harus mencantumkan "pengakuan yang jelas dan tak mengambang dari Iran tentang hak Israel sebagai negara."
Namun Gedung Putih memastikan, Amerika Serikat tidak akan menandatangani kesepakatan tentang program nuklir Iran jika akan mengancam Israel.
Juru bicara Gedung Putih Eric Shultz juga mengumumkan bahwa<link type="page"><caption> Presiden Barack Obama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150402_nuklir_teheran" platform="highweb"/></link> akan membicarakan kerangka kesepakatan itu dengan para pemimpin Kongres, yang sebagian di antaranya bersikap sangat skeptis.
Jalan ketiga
Presiden Rouhani menegaskan bahwa prgram nuklir Iran bertujuan damai sejak awal.

Sumber gambar, AP
Negeri itu, kata Rouhani, tidaklah "bermuka dua," dan akan menghormati segala bentuk kesepakatan akhir, dengan mengandaikan pihak P5+1 (AS, Inggris, Prancis, Rusia, Cina dan Jerman) juga bersikap sama.
"Jika pihak lain berperilaku sebagaimana yang dijanjikan, Iran akan patuh pada apa yang kami janjikan. Namun jika suatu hari mereka memutuskan untuk menempuh jalan yang berbeda, negeri kita pun akan selalu bebas untuk membuat pilihan (lain)."
Presiden Rouhani juga menegaskan bahwa sekarang dunia telah menerima bahwa Iran memiliki hak untuk memperkaya uranium di tanah mereka sendiri, dan bahwa pengayaan uranium tidaklah merupakan ancaman bagi siapapun.












