Perundingan nuklir Iran masih terhambat masalah sulit

Sumber gambar, EPA
Para menteri luar negeri yang melakukan perundingan tentang program nuklir Iran bekerja keras untuk mencapai kesepakatan sebelum berakhirnya batas waktu Selasa 31 Maret.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, sudah mengatakan pembicaraan akan terus berlangsung hingga malam hari di Lausanne, Swiss.
Dia mengatakan masih ada masalah-masalah sulit yang belum terpecahkan.
"Kami bekerja sepanjang malam dan tentu saja besok. Semua orang mengetahui arti dari besok," jelasnya kepada stasiun TV CNN.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan dia meninggalkan meja perundingan dan baru akan kembali jika memang ada peluang yang realistis untuk mencapai kesepakatan.

Sumber gambar, AFP
Seorang diplomat Barat mengatakan tidak ada jaminan kalau masalah yang masih mengganjal akan bisa diselesaikan sebelum batas waktu.
Laporan-laporan menyebutkan salah satu masalah tersebut terkait periode dari pembatasan pengayaan uranium Iran serta pengembangan setelah 10 tahun pertama.
Perundingan di Lausanne ini berupaya untuk mencapai kesepakatan dalam kerangka kerja dengan batas waktu Selasa 31 Maret malam.
Adapun rincian kesepakatan akan dibahas lagi pada bulan Juni.
Perundingan digelar antara yang disebut P5+1 -lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman- dengan Iran dengan tujukan menjamin agar pemerintah Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan sanksi PBB atas mereka akan dicabut.
Iran berulang kali menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan energi.















