Israel membantah tuduhan memata-matai Iran

Benjamin Netanyahu

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Israel, Benjamin Netanyahu, berpendapat kesepakatan nuklir Iran bisa mengancam Israel.

Israel dengan keras membantah sebuah laporan yang menyebutkan mereka memata-matai perundingan tentang program nuklir Iran antara Amerika Serikat dan Iran.

Seorang pejabat senior pemerintah Israel mengatakan kepada BBC bahwa laporan yang diterbitkan harian Wall Street Journal itu 'sepenuhnya tidak benar.'

Koran tersebut melaporkan bahwa pemerintah Tel Aviv menginginkan rincian dari perundingan itu untuk menyusun alasan menentang kesepakatan nuklir negara-negara Barat dengan Iran.

Disebutkan juga bahwa Gedung Putih marah dengan Israel yang diduga ingin membagi rincian dari informasi rahasia itu dengan para anggota Kongres Amerika Serikat dan beberapa pihak lain.

Upaya batasi program nuklir Iran

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel, <link type="page"><caption> Benjamin Netanyahu berpidato di Kongres di Washington</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150302_netanyahu_kongres" platform="highweb"/></link> dan mengatakan kesepakatan dengan Iran bisa 'menjadi jalan bagi Iran untuk bom nuklir.'

Dia juga berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran merupakan ancaman bagi Israel.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina mengupayakan sebuah kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi Barat atas Iran.

Ada kekhawatiran Iran ingin mengembangkan bom nuklir -yang selalu dibantah Iran dengan menegaskan program nuklirnya hanya untuk kepentingan sumber energi.

Kedua belah pihak berharap pada akhir Maret ini sudah bisa mencapai kesepakatan atas kerangka kerja yang akan dirincikan lebih lanjut.