Australia tawarkan ganti biaya penahanan Chan dan Sukumaran

Julie Bishop menyatakan Australia siap menanggung semua biaya penahanan Chan dan Sukumaran.

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Julie Bishop menyatakan Australia siap menanggung semua biaya penahanan Chan dan Sukumaran.

Pemerintah Australia menawarkan penggantian biaya penahanan dua warganya jika pemerintah Indonesia memenjarakan mereka seumur hidup.

Tawaran itu, menurut Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, diajukan ke Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, melalui sebuah surat yang dikirim pekan lalu.

Bishop menulis bahwa Australia siap menanggung semua biaya pemenjaraan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran apabila pemerintah Indonesia tidak mengeksekusi mereka.

Bishop juga menyebutkan niat pemerintah Australia untuk menukar kedua terpidana mati tersebut dengan tiga warga Indonesia yang ditahan lantaran mencoba menyelundupkan 390 kilogram heroin ke Australia. ‘Jumlah itu 47 kali lebih banyak dari yang coba diselundupkan Chan, Sukumaran, dan rekan mereka’, tulis Bishop.

Menlu Retno Marsudi kemudian membalas surat Bishop. Dia <link type="page"><caption> menolak tawaran pertukaran tahanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150305_ri_tolak_tukar_napi_aus" platform="highweb"/></link>, namun tidak menyebut sama sekali mengenai tawaran pergantian biaya.

“Saya hendak menegaskan bahwa tiada landasan legal dalam hukum Indonesia yang mengijinkan pertukaran itu berlangsung,” tulis Menlu Retno Marsudi.

Sejauh ini, pemerintah Australia telah mengerahkan beragam upaya untuk menyelamatkan nyawa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Selain menawarkan pertukaran tahanan, pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Tony Abbott bahkan <link type="page"><caption> mengungkit bantuan Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150218_abbott_kecewa_eksekusi" platform="highweb"/></link> kepada Indonesia saat tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu.