Pimpinan Uni Eropa dilarang menghadiri pemakaman Boris Nemtsov

Sumber gambar, Reuters
Beberapa politikus Uni Eropa dan pemimpin oposisi Rusia dilarang menghadiri pemakaman Boris Nemtsov, politikus oposisi yang dibunuh.
Pimpinan oposisi Alexei Navalny tidak mendapatkan izin meninggalkan penjara. Ia menjalani hukuman 15 hari akibat membagikan selebaran ajakan demonstrasi terhadap pemerintah Rusia.
Nemtsov dimakamkan di pemakaman Troyekurovskoye, Moskow.
Tayangan CCTV terbaru telah dirilis situs berita pro-Kremlin, LifeNews, menunjukkan mobil yang diduga digunakan oleh tersangka.
Dalam beberapa tahun terakhir ada perlawanan kuat terhadap Presiden Putin, dengan dibongkarnya sejumlah kasus korupsi dan penolakan terhadap kebijakan invasi Rusia atas Ukraina.
Lebih dari tiga hari setelah penembakan Nemtsov, polisi masih belum memiliki tersangka, dugaan senjata yang digunakan, maupun identifikasi kendaraan yang digunakan tersangka untuk kabur.
Dilarang manghadiri pemakaman

Sumber gambar, EPA
Anggota parlemen Latvia untuk Uni Eropa Sandra Kelniete mengatakan kepada BBC bahwa ia dilarang masuk ke Rusia tanpa penjelasan.
Kelniete ingin menghadiri pemakaman Nemtsov, tetapi ia menunggu dua jam di Bandara Sheremetyevo sebelum dilarang masuk oleh otoritas Rusia.
"Perjuangan saya selama dua jam tidak sebanding dengan perjuangan mereka (kelompok pendukung oposisi pemerintah) untuk masa depan dan kebebasan Rusia."
Bogdan Borusewicz, ketua senat Polandia yang memimpin delegasi negaranya untuk menghadiri pemakaman Nemtsov juga ditolak visanya.
Rusia menjelaskan bahwa pejabat Polandia tersebut masuk ke dalam daftar orang yang dilarang masuk ke Rusia, hal ini berlaku setelah Uni Eropa menerapkan sanksi terhadap Rusia akibat invasi di Ukraina.
Sekitar <link type="page"><caption> 10.000 orang berjalan menuju pusat kota Moskow</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150301_rusia_nemtsov" platform="highweb"/></link> pada hari Minggu untuk mengenang Nemtsov, pihak oposisi mengklaim 50.000 orang hadir dalam aksi tersebut.
Oposisi menuduh Kremlin terlibat dalam insiden ini tetapi Presiden Vladimir Putin mengutuk pembunuhan tersebut sebagai hal yang "tidak bermoral" dan "provokatif" serta bersumpah akan menemukan pembunuhnya.
Nemtsov ditembak empat kali saat berjalan bersama pacarnya Anna Durytska dari sebuah restoran.
Durytska menjelaskan kepada media Rusia jika ia tidak melihat wajah pembunuh, karena diserang dari belakang.
Pejabat Rusia yang bertugas untuk menjaga keamanan presiden menjelaskan bahwa kamera CCTV tidak merekam kejadian tersebut karena menghadap ke arah yang berlawanan dari tempat kejadian.









