Alaa Abdul Fattah diganjar lima tahun penjara

Sumber gambar, AP
Pengadilan mesir menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang penulis blog yang berperan penting dalam aksi penentangan tahun 2011 yang kemudian menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak.
Alaa Abdul Fattah diganjar lima tahun penjara karena melanggar undang-undang unjuk rasa.
Dia terkenal sebagai penulis blog yang mengkampanyekan aksi prodemokasi melawan Presiden Hosni Mubarak.
<link type="page"><caption> Fattah sebelumnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140611_mesir_pegiat" platform="highweb"/></link> karena melakukan unjuk rasa ilegal dan menyerang seorang polisi namun dibebaskan dengan jaminan tahun lalu.
Hukuman saat itu dijatuhkan hanya tiga hari setelah mantan <link type="page"><caption> panglima militer Abdul Fattah al-Sisi diangkat menjadi presiden</caption><url href=" http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140608_mesir_presiden.shtml" platform="highweb"/></link>.
Dalam pengadilan lainnya, wartawan Al-Jazeera, Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed, hadir di ruang sidang sebentar, Senin 23 Februari, sebelum pengadilan ulangnya digelar.

Sumber gambar, AP
Mereka dibebaskan dengan jaminan awal bulan ini setelah sempat mendekam selama satu tahun di penjara dan <link type="page"><caption> pengadilan ulang yang mestinya dimulai hari ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150212_aljazeera_pengadilan" platform="highweb"/></link> sudah ditunda menjadi 8 Maret.
Keduanya, bersama wartawan Al-Jazeera lain dari Australia, Peter Greste, dituduh menyebarkan informasi palsu dan membantu kelompok Ikhwanul Muslimin yang sudah dilarang pemerintah Mesir.
Greste, yang pernah bekerja di BBC, sudah dibebaskan pada 1 Februari dan pulang ke Australia.












