Inggris dan Uni Eropa salah mengkaji Rusia

Sumber gambar, AP
Inggris dan Uni Eropa dituduh "sangat salah membaca" keadaan di Kremlin menjelang krisis di Ukraina.
Dewan Uni Eropa Majelis Tinggi Inggris menyatakan Eropa "tidur sambil berjalan" memasuki krisis.
Uni Eropa tidak menyadari kedalaman kebencian Rusia terhadap rencana hubungan yang lebih dekat dengan Ukraina, kata dewan.
Hal ini dinyatakan sementara presiden Dewan Eropa Donald Tusk mendesak Perdana Menteri Inggris David Cameron merundingkan cara Uni Eropa menyikapi <link type="page"><caption> kekerasan yang terus berlanjut di Ukraina timur.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150217_ukraina_krisis_debaltseve" platform="highweb"/></link>
Laporan tersebut juga dikeluarkan setelah pernyataan Menteri Pertahanan Michael Fallon, yang memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan "bahaya yang nyata saat ini" terhadap tiga negara Baltik.
Hari Rabu (18 Februari) pesawat jet Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) menggiring <link type="page"><caption> dua pesawat militer Rusia yang terlihat berada di lepas pantai Cornwall</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150219_rusia_inggris" platform="highweb"/></link>, Inggris barat daya.
Laporan dewan House of Lords mengatakan Inggris tidak "cukup aktif atau terlihat" menangani keadaan di Ukraina.
Dewan menyalahkan pemotongan di kementerian luar negeri yang menyebabkan lebih sedikit pengamat Rusia dan kurang memperhatikan analisa keadaan.












