Peringatan 50 tahun terbunuhnya Malcolm X digelar di Harlem

Sumber gambar, Getty
Sebuah upacara untuk menghormati pemimpin pejuang hak masyarakat sipil kulit hitam Malcolm X digelar di lokasi tempat dia dibunuh 50 tahun yang lalu.
Aktivis, politisi dan aktor berada diantara 300 orang yang hadir dalam acara penghormatan kepada Malcolm X di Harlem.
Dalam acara itu, salah seorang putri Malcolm X menyerukan untuk menilai kembali pemikiran ayahnya yang penting bagi perjuangan hak sipil di Amerika.
Ketika dia ditewas, pemimpin Muslim ini telah menjadi lebih moderat dalam menyampaikan pesan-pesan tentang separatisme kulit hitam.
Tetapi sosoknya sebagai seorang pengacara yang bersemangat terhadap persatuan kelompok kulit hitam, kehormatan diri dan kepercayaan diri.
Dalam upacara yang digelar Sabtu (21/02) waktu setempat, di Pusat Pendidikan dan Tugu Peringatan Malcolm X & Dr Betty Shabazz, yang sebelumnya dikenal dengan Ruang Audubon.

Sumber gambar, AP
Sebuah cahaya berwarna biro disorotkan ke lantai tepat dimana Malcolm X, yang bernama asli El-Hajj Malik El-Shabazz, tewas ditembak.
Peristiwa ini terjadi ketik pria berusia 39 tahun itu bersiap untuk menyapa para pengikutnya.
"Dia hanya seorang laki-laki muda yang memberikan segala yang dia mampu," jelas putrinya Ilyasah Shabazz.
Keluarga Malcolm X bersikukuh bahwa retorika revolusionernya masih menjadi bagian penting dari perjuangan kesetaraan, menyatakan dia seharusnya lebih banyak dikenang dalam sejarah Amerika.
Tiga orang anggota organisasi Bangsa Islam terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Malcolm X.









